Senin, 27 Juni 2022

Rektor Untag jadi Guru Besar, Kado Dies Natalis ke-63 Untag Surabaya

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Pengukuhan Rektor Untag sebagai Guru Besar dilakukan sebagai kado Dies Natalis ke 63 Untag Surabaya. Foto: humas Untag Surabaya

Rektor Universitas 17 Agutus 1945 (Untag) Surabaya dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Akuntansi. Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA. CPA., ditetapkan menjadi Guru Besar terhitung sejak tanggal 1 Juni 2021. Namun proses pengukuhan guru besar ditunda dan baru dilaksanakan bersamaan dengan rangkaian Dies Natalis ke-63 Untag Surabaya.

Guru besar yang akrab disapa Prof. Nug ini merupakan putra daerah asal Magetan. Menempuh pendidikan sarjana di Universitas Mulawarman pada Jurusan Akuntansi dengan beasiswa Supersemar dan lulus pada tahun 1987 serta berhasil meraih predikat cumlaude. Kemudian melanjutkan pendidikan magister di Univeritas Gajah Mada dan menyelesaikan Pendidikan Doktor Ilmu Ekonomi di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dalam kurun waktu 2 tahun 8 bulan dengan IPK 3,97.

Segala kesuksesan yang diraih merupakan buah dari kerja keras serta dukungan istri dan anak-anak tercinta. Kecintaan Prof. Nugroho pada Akuntansi diwujudkan dalam nama putra bungsunya. “Anak saya nomor dua itu pakai kata aktiva (harta tak bergerak). Namanya Lukky Aktivanto,” terang ayah dari dua anak ini.

Meskipun menghabiskan 23 tahun karir sebagai konsultan, dirinya tak melupakan perannya sebagai dosen. Dengan minat keilmuan pada keuangan dan sistem informasi akuntansi, puluhan jurnal nasional dan internasional telah dipublikasikan. Kesibukan sebagai Rektor tak menjadikan Prof. Nugroho menutup diri dan tetap peka akan kondisi terkini.

Pada pengukuhan guru besar tersebut, Prof. Nugroho menyampaikan orasi ilmiah bertajuk: Strategi Keuangan Bagi Korporasi Manufaktur yang Financial Distress di Masa Covid-19 di Indonesia. Penelitian yang dilatarbelakangi oleh kondisi perekonomian yang terdampak oleh pandemi Covid-19. Dia menyebutkan bahwa perusahaan manufaktur dipilih karena padat karya dan memiliki ketergantungan SDM. “Saat produksi berkurang 50-60% akibat pandemi, maka SDM akan kena PHK. Penyerapan SDM ini jadi pertimbangan,” papar Prof. Nug.

Dalam penelitian tersebut, Prof. Nugroho membandingkan financial distress sebelum dan saat pandemi pada perusahaan manufaktur di Indonesia melalui penelitian deskriptif yang dikombinasikan dengan metode kuantitatif menggunakan linear programming.

Hasilnya, ditemukan bahwa banyak perusahaan manufaktur non farmasi yang terdampak Covid-19 dan mengalami penurunan omzet. Lebih lanjut Prof. Nugroho memaparkan, bahwa banyak perusahaan manufaktur yang bahan bakunya dari luar (negeri). “Kalau lockdown maka pemasukan bahan baku tidak ada. Kalau tidak ada bahan baku maka produksi menurun,” kata Prof. Nug.

Dari hasil penelitian tersebut, Prof. Nugroho menawarkan strategi mencegah financial distress. “Satu diantara strateginya tidak boleh hutang jangka. Perusahaan juga harus melakukan manajemen persediaan atau merekonstruksi persediaanya. Harus ada subsidi pemerintah untuk menggalakkan ekonomi melalui scheduling bahan baku,” ujar Prof. Nug.

Prof. Nugroho berharap hasil penelitiannya dapat membawa manfaat. “Semoga perusahaan berkaca pada strategi yang saya usulkan, demikian juga pemerintah. Mudah-mudahan dengan strategi ini perusahaan dapat mengatasi financial distress,” kata Prof. Nug.

Ditambahkan Drs. Ec. Mangapul Silalahi, MM., Ketua YPTA Surabaya, memberikan selamat kepada Prof. Nugroho atas capaian sebagai guru besar. “Kami menyampaikan penghargaan atas kegigihan dan ketabahan Prof. Nugroho dalam mencapai gelar Profesor. Semoga keberhasilan meraih guru besar ini dapat menjadi pendorong bagi dosen lainnya untuk meraih jabatan akademik tertinggi,” ujar Mangapul Silalahi.

Prof.Dr. Tri Ratnawati SE.,MS.,Ak., CA.,CPA bertindak sebagai perwakilan Guru Besar Untag Surabaya menyampaikan selamat kepada Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA., yang telah menjadi Profesor Untag Surabaya yang ke 18.

Sambutan dan ucapan selamat lainnya disampaikan secara daring oleh Yasona Laoly Menteri Hukum dan HAM RI; Dr. Ahmad Basarah M.H Wakil Ketua MPR RI; Prof. Dr. Suprapto, DEA Kepala LLDIKTI Wilayah VII; Eri Cahyadi Walikota Surabaya; Rini Syarifah Bupati Blitar, serta Rektor dari perguruan tinggi mitra Untag Surabaya.

Pengukuhan dalam situasi masih berlangsungnya PPKM, Rabu (18/8/2021) dilaksanakan Dr. IGN Anom Maruta, MM., Wakil Rektor I Untag Surabaya secara hybrid dengan luring terbatas yang menerapkan protokol kesehatan ketat di Gedung Graha Widya, kampus Untag Surabaya lantai dua.(tok/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Senin, 27 Juni 2022
25o
Kurs