Kamis, 7 Juli 2022

Resmikan Patung Bung Karno di Semarang, Megawati Ajak Hargai Pahlawan

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan

Megawati Soekarnoputri Putri Soekarno Proklamator tidak bisa menyembunyikan rasa haru atas peresmian patung Sang Proklamator di polder Stasiun Tawang, Area Kota Lama, Semarang. Tidak hanya terharu, namun Megawati sekaligus dengan menggebu mengajak rakyat Indonesia untuk selalu mengingat jasa para pahlawan bangsa.

“Memang betul beliau bapak biologis saya. Tetapi beliau juga bapak ideologis saya sebagai warga bangsa,” kata Megawati yang mewakili keluarga besar Bung Karno ketika prosesi peresmian yang berlangsung secara hybrid, Rabu (29/9/2021)

Berkali-kali Megawati terisak ketika berbicara dalam prosesi peresmian itu. Dia mengingat Bung Karno yang pernah menyatakan bahwa pahlawan yang sesungguhnya tidak menginginkan pujian atas jasa-jasanya.

Intinya, Megawati berharap agar patung Bung Karno adalah sebagai warisan, tidak sekedar patung, namun pengetahuan akan jasa sang pahlawan harus diketahui dan terus dihidupi.

“Kita tahu bunga mawar menyebarkan baunya tanpa menyebut-nyebut namanya, tapi harum semerbak. Oleh sebab itu bangsa yang tahu menghargai pahlawannya itulah yang bisa menjadi bangsa yang besar. Karena itu jangan lupa sejarah dan hargailah pahlawan kita,” katanya.

Megawati sekaligus mengingatkan bahwa keberadaan patung Bung Karno dan Taman Makam Pahlawan (TMP) yang banyak tersebar di seluruh wilayah di Indonesia, adalah sebagai pengingat dan sekaligus bukti bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah hasil pemberian penjajah. Namun benar-benar merupakan hasil kerja keras serta perjuangan para pahlawan bangsa.

“Di seluruh negara, mereka selalu punya founding father. Itu kalau benar cara merebut kemerdekaannya, bukan diberikan,” kata Presiden RI Kelima itu.

Megawati juga menceritakan sejarah hidup Soekarno dan para bapak bangsa lainnya dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI), yang membiayai pembangunan patung tersebut.

Pada awal tahun 1946, kereta api lah yang membawa rombongan Soekarno dan pemimpin bangsa kala itu, untuk hijrah ke Yogyakarta, di tengah teror dari pasukan penjajah.

Selain itu, Bung Karno juga pernah menjadi pegawai di perusahaan kereta api yang dulu masih dikuasai Belanda. Bahkan, lanjut Megawati, peranan pegawai kereta api dalam kancah republik disampaikan Bung Karno dalam sebuah pantun. Disampaikan saat perayaan dwidasawarsa Perusahaan Nasional Kereta Api (PNKA) pada 28 September 1965.

“Bunyinya adalah ‘Siapa bilang saya dari Tegal. Saya dari Majalengka. Siapa bilang revolusi kita gagal. Sebab kita punya PNKA’,” ujar Megawati.

Mewakili keluarga, Megawati menyampaikan rasa terima kasih yang besar terhadap PT KAI yang telah membangunkan patung Bung Karno itu.

“Sekali lagi terima kasih banyak dan saya mengucapkan bismillahirohmanirohim, maka peresmian patung Ir Soekarno di polder stasiun Tawang Semarang, resmi dibuka,” pungkas Megawati sambil menekan tombol secara virtual.

Megawati Soekarnoputri hadir secara virtual dari kediamannya di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, dengan didampingi Ahmad Basarah Wakil Ketua MPR.

Keluarga besar Bung Karno lainnya hadir secara virtual dari tempatnya masing-masing. Termasuk Prananda Prabowo Ketua DPP PDIP dan Puan Maharani Ketua DPR, Selain itu, hadir juga Hasto Kristiyanto Sekjen PDIP, Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah dan pengurus PDIP lainnya.

Pihak PT KAI pun hadir. Di antaranya KH Said Siradj Komisaris Utama PT KAI, Didiek Hartyanto Dirut PT KAI dan Edi Sukmoro mantan Direktur Utama KAI.

Patung itu sendiri dibuat oleh seniman Ketut Winata. Megawati mengekspresikan rasa penasarannya ingin melihat wujud patung Bung Karno itu.(faz/iss/ipg)

Berita Terkait

PDIP Apresiasi PT KAI Bangun Patung Soekarno


Surabaya
Kamis, 7 Juli 2022
29o
Kurs