Senin, 27 September 2021

Rumah Sehat di Surabaya Mulai Ditempati Pasien Covid-19 Tanpa Gejala

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya saat meninjau Rumah Sehat di kawasan Mulyorejo, Selasa(3/8/2021). Foto: Humas Pemkot

Rumah Sehat yang tersebar di hampir seluruh kelurahan se-Kota Surabaya sudah mulai beroperasi. Beberapa di antaranya sudah diisi oleh pasien Covid-19 Orang Tanpa Gejala (OTG).

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya mengatakan, Rumah Sehat ini hanya diperuntukkan bagi warga yang memiliki gejala ringan saja. Pasien yang memiliki gejala ringan dapat langsung dipisahkan dari keluarganya agar tidak menulari anggota keluarga lainnya.

“Sudah ditempati, ada yang tiga orang, ada yang lima orang, ada yang 10. Jadi gini, ada yang gejala ringan dari setiap rumah, maka kita ajak masuk ke Rumah Sehat,” ungkapnya, Selasa (3/8/2021).

Lebih lanjut Eri menerangkan, untuk warga yang memiliki gejala sedang, Pemkot Surabaya warga akan dirujuk ke Hotel Asrama Haji (HAH). Sedangkan, yang memiliki gejala yang lebih berat, akan dilarikan ke Rumah Sakit maupun Rumah Sakit Darurat seperti, Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT) dan Rumah Sakit Indoor GOR Gelora Bung Tomo (RSGBT).

“Kalau sudah kelihatan gejala pilek (flu) begitu langsung ke HAH. Lebih berat lagi dari pilek kita tempatkan langsung di RSLT sama ke RSGBT. Jadi, yang di Rumah Sehat itu benar-benar hanya untuk yang OTG,” terangnya.

Eri mengaku pernah mendapat laporan bahwa ada warga yang awalnya tidak memiliki gejala dan dirawat di Rumah Sehat. Namun, selang beberapa hari, warga tersebut menunjukkan gejala pilek (flu). Sehingga, langsung dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Kemarin ada yang ringan sudah di sana (Rumah Sehat), ternyata beberapa hari ketok sedino pilek (kelihatan sehari flu), kita bawa langsung ke HAH atau dimasukkan ke RS,” pungkasnya.

Dia melanjutkan, warga Surabaya kini sudah dapat memahami fungsi dan tujuan pendirian Rumah Sehat di lingkungan sekitarnya. Menurutnya, warga hanya perlu diberikan pemahaman lebih terkait fungsi dari Rumah Sehat tersebut. Bahkan, setelah diberikan pemahaman, warga yang awalnya menolak, secara suka rela bekerja bakti menyiapkan Rumah Sehat.

“Setelah disampaikan, bertemu dengan mereka, ya mereka mau, malah kerja bakti. Memang masih ada wilayah yang belum, itu berarti kita harus terus memberikan pemahaman kepada mereka,” kata Eri.(man/dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Mobil Terperosok di depan RSAL dr Ramelan A.Yani

Antre Vaksin di T2 Juanda

Kebakaran Lahan Kosong Darmo Permai

Surabaya
Senin, 27 September 2021
27o
Kurs