Minggu, 22 Mei 2022

Salah Satu Korban Sriwijaya Air Miliki Bayi Berusia Tujuh Hari

Laporan oleh Anggi Widya Permani
Bagikan
Toni (kanan) yang merupakan Kakak kandung korban jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 yakni Angga Fernanda Afri mendatangi posko ante mortem RS Polri, Kramat Jati, Jakarta, Minggu (10/1/2021). Foto: Antara

Keluarga dari Angga Fernanda Afri, salah satu korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 mendatangi Posko Ante Mortem di Rumah Sakit Polri, Jakarta, Minggu (10/1/2021) siang.

Salah satu anggota keluarga yang datang adalah anak korban yang baru berusia tujuh hari. Toni kakak kandung korban, mendampingi istri dan anak Fernanda untuk melakukan pengambilan sampel DNA di posko ante mortem RS Polri.

“Ini anaknya Fernanda, anaknya baru berusia tujuh hari,” ujar Toni, dilansir Antara.

Tak banyak kata yang dikeluarkan oleh Toni saat itu. Sementara istri Fernanda terlihat tidak bisa menutupi kesedihannya. Air mata nampak membasahi masker yang dikenakannya.

Sebelumnya, Brigjen Pol Asep Hendradiana Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati dalam jumpa pers di Jakarta mengatakan, hingga Minggu siang, RS Polri telah menerima 12 data keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air.

Diketahui, Pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat take off dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Keberadaan pesawat itu tengah dalam investigasi dan pencarian oleh Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Koordinasi langsung dilakukan dengan berbagai pihak, baik Kepolisian, TNI maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sejumlah armada angkatan laut milik TNI dikerahkan, sekitar 10 kapal diterjunkan ke lokasi diduga jatuhnya pesawan di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Di antara kapal-kapal TNI AL yang dikerahkan yakni KRI Teluk Gilimanuk-531 mengangkut para kru SAR dan juga awak media. Lalu KRI Rigel-933 milik Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal). (ant/ang)

Berita Terkait

Surabaya
Minggu, 22 Mei 2022
26o
Kurs