Senin, 20 September 2021

Satgas Covid-19: Tidak Ada Hubungan Langsung Varian Baru dengan Lonjakan Kasus Pascalebaran

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Wiku Adisasmito Koordinator Tim Pakar Satgas Covid-19, Kamis (26/11/2020), di Kantor Presiden, Jakarta. Foto: Istimewa

Wiku Adisasmito Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 mengatakan, temuan kasus infeksi Virus Corona varian baru di sejumlah daerah tidak berpengaruh langsung terhadap kenaikan kasus.

Menurutnya, belum ada hasil penelitian ilmiah yang menyatakan kaitan langsung virus baru dengan penambahan jumlah orang yang terpapar Covid-19 di Indonesia.

Walau pun berdasarkan data, dalam tiga pekan terakhir ada kenaikan kasus dan varian baru hasil mutasi seperti yang terdeteksi di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

“Adanya varian baru yang ditemukan di berbagai daerah, sampai sekarang belum terbukti atau penelitiannya tentang itu belum bisa membuktikan adanya hubungan langsung peningkatan kasus karena varian baru,” ujarnya di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (11/6/2021).

Satgas Penanganan Covid-19, lanjut Wiku, akan menyampaikan informasi kepada publik, kalau ada hasil penelitian yang lebih dalam dari perguruan tinggi atau Kementerian Kesehatan yang membuktikan adanya hubungan langsung varian baru dengan jumlah kasus di Indonesia.

Profesor Wiku menegaskan kenaikan kasus yang terjadi sekarang merupakan efek dari aktivitas berkumpul dan mobilitas masyarakat selama libur Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah.

Lonjakan kasus Covid-19, sambung Wiku, juga pernah terjadi pada periode yang sama, tiga pekan pascalebaran tahun 2020.

Tapi, dengan adanya rekayasa yang dilakukan pemerintah seperti larangan mudik dan penyekatan, kenaikan kasus tahun ini tidak separah tahun lalu.

Kalau tiga pekan pascalebaran 2020 jumlah kasus Covid-19 naik 80,5 persen, tahun ini tercatat kenaikannya 53,4 persen.

Tahun lalu, daerah dengan lonjakan kasus yang tinggi ada di daerah Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta.

Tahun ini, kenaikan kasus Covid-19 yang tinggi tercatat di Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Koordinator Tim Pakar Satgas Covid-19 menambahkan, kenaikan kasus di tingkat provinsi pascalebaran tahun 2020 mencapai 500 persen. Sedangkan tahun ini, dia memprediksi kenaikannya maksimal 120 persen.(rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Antre Vaksin di T2 Juanda

Kebakaran Lahan Kosong Darmo Permai

Antrean Vaksinasi di Grand City Surabaya

Surabaya
Senin, 20 September 2021
33o
Kurs