Selasa, 7 Desember 2021

Seminggu Terakhir Pemakaman dengan Protokol Covid-19 di Surabaya Turun

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Ilustrasi. Petugas memakamkan jenazah pasien Covid-19 di lahan khusus pemakaman di Surabaya. Foto: Istimewa

Febria Rachmanita Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) memaparkan, dalam seminggu terakhir ini, tepatnya sejak 23-29 Agustus, pemakaman dengan protokol Covid-19 terus menurun.

Di antaranya, pada 23 Agustus total jumlah pemakaman dengan protokol Covid-19 sebanyak 13 jenazah. Kemudian pada 24-25 Agustus, angka pemakaman Covid-19 mengalami penurunan menjadi 10 jenazah.

“Lalu pada 26 turun jadi 9 jenazah, keesokan harinya pada 27 jadi 8 jenazah, lalu pada 28 Agustus jadi 6 jenazah. Itu total kumulatif dari tiga tempat, ya, yakni TPU Babat Jarawat, TPU Keputih, dan Krematorium,” kata Febria Rachmanita, Senin (30/8/2021).

Febria Rachmanita mengatakan, pada 29 Agustus jumlah pemakaman yang dilakukan secara protokol Covid-19 nihil. Artinya, tidak ada satu pun pemakaman Covid-19 di TPU Babat Jerawat, TPU Keputih, atau Krematorium.

“Hal ini menunjukkan bahwa adanya upaya Pemkot Surabaya dalam percepatan penanganan kasus Covid-19, sehingga case fatality rate akibat Covid-19 dapat ditekan serendah mungkin,” lanjut dia.

Selain itu, dia mengurai penyebab penurunan angka kematian yang paling mendasar adalah komitmen dari pemkot untuk memastikan semua kasus konfirmasi tertata secara cepat. Khususnya upaya 3T (Testing, Tracing, Treatment) dan percepatan cakupan vaksinasi.

“Kami juga melakukan testing secara masif, tracing kasus kurang dari 48 jam. Lalu evakuasi kasus konfirmasi kurang dari 24 jam ke tempat isolasi terpusat (isoter) dan memastikan tidak ada isolasi mandiri di rumah (kecuali kasus khusus),” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa saat ini di Krematorium masih tetap beroperasi meskipun angka kematian sudah semakin menurun.

Bahkan, petugas relawan Surabaya Memanggil pun saat ini telah dioptimalkan mendukung vaksinasi massal baik cakupan dosis 1 dan dosis 2 dengan berkolaborasi dengan lintas sektor.

“Alhamdulillah semoga kita terus bisa menekan kasus Covid-19 di Surabaya. Mohon kerjasamanya seluruh masyarakat,” jelas dia.

Kepada masyarakat Surabaya, Feni berpesan, tetap menjaga penerapan protokol kesehatan meski kondisi pemakaman akibat Covid-19 menurun.

“Terpenting, jangan lupa protokol kesehatan ketat wajib hukumnya di mana pun berada,” pungkasnya. (man/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Selasa, 7 Desember 2021
29o
Kurs