Jumat, 3 Desember 2021

Sosialisasi Mitigasi Bencana, Kaum Ibu Diharap Juga Siap dan Tanggap

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Rini Indriyani ketua TP PKK Kota Surabaya, memberikan sosialisasi mitigasi bencana, Kamis(25/11/2021). Foto: Humas Pemkot Surabaya

Rini Indriyani Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya mengatakan, bahwa bencana merupakan suatu kejadian yang tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi. Namun, ada baiknya, bila masyarakat Kota Surabaya bisa mempersiapkan diri untuk melakukan antisipasi.

Hal ini disampaikan saat menggelar Sosialisasi Mitigasi Bencana bagi kadernya di tingkat kelurahan, bersama BPB Linmas dan Basarnas (Badan SAR Nasional) Surabaya, Kamis (25/11/2021).

“Lewat Sosialisasi Mitigasi Bencana ini, saya yakin apapun masalahnya, apabila kita tenang, maka kita bisa menyelesaikan masalah dengan baik. Kita sampaikan ini kepada ibu, karena ibu yang selalu menjaga di rumah,” ujar dia.

Tak hanya itu saja, Rini menerangkan, usai mendapatkan sosialisasi mitigasi bencana, para ibu bisa memberikan edukasi kepada anak-anaknya. Sebab, pengetahuan mengenai bencana bisa memancing timbulnya daya kepekaan pada anak.

“Contoh ada bau yang mengarah pada timbulnya kebakaran, maka bisa disampaikan kepada ibu. Inilah salah satu tugas ibu, untuk membantu anak peka terhadap lingkungan,” terang dia.

Perempuan yang sekaligus menjabat sebagai Bunda Paud Kota Surabaya ini berharap, kegiatan Sosialisasi Mitigasi Bencana bagi Kader TP PKK tingkat Kelurahan se-Kota Surabaya, amanah yang telah diberikan kepada para kader bisa segera disampaikan kepada masyarakat.

“Ini adalah amanah agar bisa disampaikan kepada masyarakat. Kita berharap semoga tidak ada bencana. Tetapi kita tetap harus waspada, sigap dan cepat tanggap,” kata dia.

Sementara itu, Risdiana Kusumawati Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP5A), mengungkapkan, bahwa Sosialisasi Mitigasi Bencana bagi kader adalah memberikan edukasi seputar bencana yang mengancam di Kota Surabaya.

“Surabaya merupakan daerah rawan bencana, karena secara geografis terletak diantara dua lempengan aktif, yang bisa menimbulkan potensi gempa. Selain itu, Surabaya terletak di dekat laut dengan ketinggian 3-5 meter dari permukaan laut, sehingga bisa mengalami banjir rob dan genangan, terutama saat musim hujan,” ungkap Risdiana.

Pada musim hujan bulan November, Risdiana mengatakan, adanya prediksi curah hujan lebat dan mengalami peningkatan di wilayah Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya, sehingga perlu adanya peningkatan kewaspadaan. Kemudian, Kota Surabaya juga terancam dengan bencana kebakaran.

“Hal ini disebabkan oleh tingkat kepadatan penduduk yang penyebarannya tidak merata. Sehingga banyak masyarakat yang tinggal di pusat dengan rumah bertingkat dan jalan masuk yang kecil (gang sempit). Ketika terjadi kebakaran, akses mobil kebakaran menjadi terhambat,” kata dia.

Oleh karena itu, ia berharap, 154 peserta perwakilan TP PKK tingkat kelurahan se-Kota Surabaya yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga, mampu menentukan langkah awal untuk melakukan penyelamatan. Serta mampu meningkatkan kemampuan dan pengetahuan anggota Tim Penggerak PKK, agar tanggap dan tangguh dalam menghadapi bencana. (man/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Jumat, 3 Desember 2021
29o
Kurs