Selasa, 28 September 2021

Tangani Bangkalan, Heru Tjahjono: Nanti Sore Gubernur dan Pangdam Berkantor di BPWS

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Heru Tjahjono Sekdaprov Jatim. Foto: Istimewa

Heru Tjahjono Plh Sekdaprov Jatim mengatakan, untuk menangani Covid-19 di Bangkalan, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim dan Mayjen TNI Suhariyanto Pangdam V/Brawijaya akan berkantor di Kantor Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura (BPWS) untuk memantau secara langsung penanganan tersebut, Senin (21/6/2021) sore.

“Nanti sore Gubernur dan Pangdam akan berkantor di BPWS. Kapolda, Pangdam akan terus berkoordinasi dengan semua petugas kesehatan. Nanti akan kami evaluasi lagi perkembangan terbaru bersama Kapolda dan Pangdam,” kata Heru kepada Radio Suara Surabaya, Senin pagi.

Sejumlah langkah sudah ditentukan. Kepada Suara Surabaya, kemarin, Minggu (20/6/2021), Heru bilang bahwa Pemprov Jatim akan menambah 900 tempat tidur untuk ruang isolasi di dua lokasi. Baik di Kantor BBWS yang saat ini menjadi RS Darurat Lapangan khusus Covid-19 dan di enam ruko yang disewa untuk menjadi tempat screening dan isolasi.

“Jadi nanti di sisi kiri setelah turun dari Suramadu (di sisi Bangkalan), ada enam foodcourt yang sesuai hasil konsultasi dan arahan semua pihak, kami adakan tes swab di sana. Ada kapasitas 362 tempat tidur. Sekarang yang terisi 341. Kami akan siapkan lagi tempat tidur. Kami juga diminta membuka satu ruko di Burneh dengan kapasitas 400 bed. Kalau ada yang positif akan dibawa ke sana,” ujarnya.

Sebelumnya Heru mengatakan, Pemprov Jatim akan menerapkan PPKM Skala Mikro rasa PSBB. Dia jelaskan, pada intinya apa yang dia maksud dengan istilah itu adalah Pemprov Jatim akan terus melakukan pengetatan di Bangkalan, terutama untuk menangani kasus Covid-19 di Bangkalan yang sangat eksponensial karena adanya Virus Corona Varian Delta.

“Varian Delta ini penyebarannya cepat. 15 orang yang terpapar Varian Delta ini akan terus kami lakukan pengetatan. Kalau PSBB mungkin orang trauma. Prinsipnya kami berharap kesadaran masyarakat,” kata Heru.

Tidak hanya itu, dia juga mengajak masyarakat Bangkalan, terutama di empat kecamatan dengan tingkat penularan yang tinggi, untuk saling peduli. Terutama berkaitan dengan dukungan ekonomi dan sosial bagi para penderita Covid-19 dan keluarganya.

“Kami sudah ajak supaya setiap tetangga ikut membantu warga yang dikasih tanda merah karena kasus covid. Aturan-aturannya diserahkan ke pemda supaya ikut intervensi langsung. Kami, Pemprov Jatim akan mendampingi. Ini semacam local wisdom (kearifan lokal, red),” ujarnya.(den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Mobil Terperosok di depan RSAL dr Ramelan A.Yani

Antre Vaksin di T2 Juanda

Kebakaran Lahan Kosong Darmo Permai

Surabaya
Selasa, 28 September 2021
32o
Kurs