Rabu, 17 Agustus 2022

Teliti Jajanan, Karya Dosen Unusa Tembus Jurnal Internasional

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
ilustrasi

Meneliti tentang jajanan di pondok pesantren Darul Ulum, Jombang, dua dosen fakultas kedokteran dan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) berhasil mencatatkan karyanya secara internasonal di Internasional Conference on Medical and Health Sciences (ICMHS) Proceedings of Iserd Internasional Conference.

Penelitian Analisis Cemaran Makanan Jajanan Terbuka dan Tertutup di Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang oleh dr. Meidyta Sinantryana Widyaswari, Sp.Kk., dan dr. Kartuti Debora, Sp.MK(K), keduanya dosen Fakultas Kedokteran Unusa, dibantu Mohammad Qoimam Bilqisthi Zulfikar mahasiswa Unusa berhasil terpublish di Internasional Conference on Medical and Health Sciences (ICMHS) Proceedings of Iserd Internasional Conference yang berada di Rabat.

dr. Meidyta Sinantryana Widyaswari, Sp.Kk., menjelaskan latar belakang penelitian yang dilakukannya, yang sekaligus pengalaman pertama bagi dua dosen tersebut dapat menembus publikasi internasional. Berawal dari kasus demam di Ponpes Darul ‘Ulum Jombang tersebut. Saat menganalisa mikrobiologis dan biokimia ternyata ditemukan Escherichia Coli dan Klebsiella Pneumoniae. “Kedua bakteri yang ditemukan itu ada pada makanan tertutup maupun tidak tertutup,” terang dr. Meidyta Sinantryana Widyaswari, Sabtu (27/3/2021).

Bakteri ini, lanjut dr. Meidyta Sinantryana Widyaswari, bisa mempengaruhi kesehatan, satu diantaranya adalah menyebabkan sakit demam tifoid serta adanya gangguan pada pencernaan. “Penyebabnya bermacam-macam satu diantaranya karena makanan yang kurang higienis atau cara pengolahannya yang kurang baik,” kata dr. Meidyta sapaan dr. Meidyta Sinantryana Widyaswari, Sp.Kk.

Masuknya hasil penelitian ini dalam publikasi internasional, bagi dr Meidyta, adalah untuk pertama kalinya, karena itulah dirinya merasa bangga dan terlecut untuk melakukan hal sama berikutnya. “Saya bangga berhasil lolos di publikasi internasional. Saya berharap hal ini bisa menjadi pelecut semangat pada sejawat dosen lain,” ujar Meidyta.

Sementara itu, Qoimam sapaan Mohammad Qoimam Bilqisthi Zulfikar mahasiswa Unusa yang ikut terlibat penelitian ini menjelaskan hasil penelitinya tersebut, bahwa dirinya menemukan cemaran bakteri Eschericia Coli sebanyak 30 persen dan Klebsiella Pneumoniae sebanyak 40 persen pada sampel jajanan terbuka (unwrapped), hal sama juga ditemukan pada jajanan tertutup (wrapped).

Dari hasil penelitian ini, mereka berharap ke depan penanganan makanan di pondok pesantren harus memenuhi persyaratan food hygiene sejak mulai proses penanganan dan pembuatan serta pengemasannya. “Persyaratan ini diharapkan bisa menjaga satri lebih sehat dalam memenuhi kebutuan asupan gizi,” pungkas Qoimam.(tok/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Rabu, 17 Agustus 2022
31o
Kurs