Kamis, 26 Mei 2022

Tim SAR Masih Mencari Pencari Bonsai yang Tenggelam di Sungai Pikatan Mojokerto

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Tim SAR gabungan mencari korban yang hanyut di sungai Pikatan Mojokerto. Foto: Fuad Maja FM

Proses pencarian M. Safi’i (24) warga Desa Kalen, Kabupaten Mojokerto pencari bonsai yang tenggelam di Sungai Pikatan memasuki hari ke-4.

Upaya pencarian dan penyisiran oleh Tim SAR gabungan diperlebar hingga radius 20 kilometer, dari titik awal korban tenggelam yaitu di Sungai Pikatan sampai aliran sungai Brantas Kota Mojokerto.

Kata Ainul Mukhdin Koordinator Lapangan (Korlap) Basarnas Surabaya, titik fokus pencarian mulai dari Dam Penewon, Desa Jambuwok, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto mengarah ke timur muara ke Brantas.

“Kami juga menyebar pencarian sampai di Sungai Brantas yang melintang di Kota Mojokerto,” terangnya Senin, (29/3/2021).

Kata dia, korban tenggelam masih mengenakan pakaian lengkap dan ransel yang berisi peralatan untuk mencari bonsai seperti alat potong pisau, gergaji dan lainnya.

“Korban tenggelam di Sungai Pikatan dalam pencarian dihari keempat ini masih belum ditemukan,” ungkapnya.

Dalam proses pencarian M. Safi’i setidaknya Tim SAR gabungan telah melibatkan sekitar 50 orang yang dibagi menjadi lima SRU, yaitu empat SRU air dan satu SRU darat.

Menurut dia, sesuai prosedur pencarian korban akan dilakukan maksimal sampai tujuh hari yang berakhir pada Rabu 31 Maret 2021. Bilamana korban tenggelam belum juga ditemukan maka pihaknya akan melakukan evaluasi bersama perangkat desa dan Kepolisian untuk memutuskan pencarian dilanjutkan atau
dihentikan.

“Kalau sampai tujuh hari tidak ada tanda-tanda maka akan kita evaluasi yang kemungkinan dilanjut pemantauan,” ucap Ainul.

Sebelumnya diberitakan, M. Safi’i bersama rekannya diketahui tengah mencari pohon loa jenis bonsai di sekitar sungai Pikatan, Jumat (26/3/2021).

Saat akan mencari pohon bonsai, korban bersama satu rekannya ini berusaha menyeberangi sungai yang arusnya cukup kencang saat itu.

Bahkan saat menyebrang korban dan rekannya sempat mengikat tali tambang pada bagian badan masing-masing untuk menyeberangi sungai.

Nahas, saat akan berusaha menyebrang korban terpeleset batu kali yang licin hingga terbawa arus sungai.(fad/dfn/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Kamis, 26 Mei 2022
26o
Kurs