Minggu, 5 Desember 2021

Vaksin Covid-19 Moderna Belum Bisa Dipakai untuk Anak di Bawah Usia 18 Tahun

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Ilustrasi. Vaksin Moderna.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah menerbitkan izin penggunaan darurat Vaksin Covid-19 Moderna dari Amerika Serikat.

Penny Kusumastuti Lukito Kepala BPOM mengatakan, dari hasil uji klinis fase ketiga, diketahui efikasi Vaksin Moderna mencapai 94,1 persen pada kelompok usia 18-65 tahun, dan 86,4 persen pada usia di atas 65 tahun.

Dia juga menyebut, Vaksin Moderna aman untuk kelompok orang dengan penyakit penyerta (komorbid) seperti penyakit paru kronis, jantung, obesitas, diabetes, liver, dan HIV.

Tapi, Penny menegaskan, Vaksin Moderna belum bisa disuntikkan kepada anak usia di bawah 18 tahun. Karena, belum ada uji klinis untuk kelompok usia tersebut.

“Vaksin Moderna belum bisa untuk anak di bawah 18 tahun. Ini baru untuk di atas usia 18 tahun,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Jumat (2/7/2021).

Lebih lanjut, Penny menjelaskan Vaksin Covid-19 Moderna adalah vaksin tipe Messanger Ribonucleic Acid (mRNA) pertama yang mendapat izin penggunaan darurat dari BPOM.

Vaksin mRNA tidak memakai virus yang dilemahkan atau dimatikan, tapi pakai komponen materi genetik yang direkayasa supaya menyerupai kuman atau virus tertentu.

Dengan begitu, vaksin mRNA bisa memicu reaksi kekebalan tubuh seperti halnya vaksin mengandung virus/kuman yang dilemahkan.

Rencananya, Indonesia akan mendapat pasokan empat juta dosis Vaksin Covid-19 Moderna dari Covax Facility inisiasi organisasi kesehatan dunia (WHO).

Sekadar informasi, pemerintah mulai melaksanakan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 12-17 tahun sesudah BPOM memberikan izin penggunaan Vaksin CoronaVac yang diproduksi PT Bio Farma.

Vaksin Covid-19 Sinovac itu dinyatakan lulus uji klinis fase pertama dan kedua untuk mengetes keamanan dan efikasinya.

BPOM mengizinkan penyuntikan Vaksin Sinovac untuk kelompok usia 12-17 tahun karena terjadi peningkatan jumlah anak-anak yang terinfeksi Virus Corona sebulan terakhir.

Berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia, angka kematian anak rentang usia 10-18 tahun mencapai 30 persen dari total kelompok anak-anak yang terkonfirmasi positif Covid-19.(rid/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Minggu, 5 Desember 2021
30o
Kurs