Jumat, 12 Agustus 2022

Vaksin di Jatim Dikirim Bertahap Karena Kapasitas Cold Storage Terbatas

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Dokter Joni Wahyuhadi Ketua Rumpun Kuratif Satgas Covid-19 Jatim ditemui usai vaksinasi pertama Jatim, Kamis (14/1/2021). Foto: Dokumen suarasurabaya.net

Dokter Joni Wahyuhadi Ketua Rumpun Kuratif Satgas Covid-19 Jatim mengatakan, peruntukan vaksin Sinovac tahap pertama ini untuk tenaga kesehatan (nakes). Sebanyak 77.760 dosis yang dikirim ke Jatim telah didistribusikan ke Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

“Yang ada sekarang di kita itu kan ada 77 ribu lebih sudah didistribusikan ke tiga kabupaten/kota. Surabaya, Sidoarjo, Gresik untuk dilakukan vaksinasi besok. Ini terus kita laporkan ke Kemenkes. Nanti setelah itu akan ke kabupaten/kota yang lain. Utamanya gelombang pertama adalah tenaga kesehatan. Nakes diselesaikan dulu sampai selesai. Seluruh jumlah nakes gelombang pertama,” katanya di Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Kamis (14/1/2021).

Joni menambahkan, distribusi vaksin dilakukan bertahap karena kemampuan cold storage tidak mencukupi. Cold storage ini kata Joni merupakan faktor penting karena suhu 2-8 derajat itu harus dimonitor setiap hari. “Kalau isinya terlalu banyak melebihi kapasitasnya, berbahaya bagi kualitas vaksin,” katanya.

Joni menjelaskan, di meja screening vaksinasi, vaksinator akan menunjukkan vaksin sebelum disuntikan. Bila vaksin disimpan dengan benar, warnanya tidak akan berubah.

“Kalau berubah warnanya, bermasalah dia atau kristalisasi. Kemudian alat yang untuk suntik steril jarumnya tertutup. Kemudian metode penyuntikannya aseptik itu steril juga. Kalau sudah dilakukan secara steril angka infeksinya kecil. Tidak bengkak,” katanya.

Sekadar diketahui, total orang yang menjalani vaksinasi pertama di Jatim adalah 21 orang. Rencananya memang 22 orang tapi kata Joni, karena ada satu orang yang hipertensi tidak di-approve oleh Kemenkes. “Beliau sendiri juga akan menurunkan tensinya dengan obat-obat saya sudah komunikasi dengan beliau,” katanya.

Joni menambahkan, setelah 21 orang divaksin lalu diberi penanda gelang, setelah 30 menit tidak ada gejala baru gelang tersebut dipotong.

“Screening-nya ketat, walaupun sudah dapat SMS blast tapi di meja dua tetap harus diperiksa. Tensi dicek dulu di situ. Alhamdulillah semua aman,” katanya. (bid/dfn/lim)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langir Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Jumat, 12 Agustus 2022
27o
Kurs