Jumat, 12 Juli 2024

Dinsos Surabaya Ingatkan Peruntukan Panti Griya Wredha Hanya untuk Lansia Telantar

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Anna Fajriatin Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya. Foto: Diskominfo Surabaya

Anna Fajriatin Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya mengingatkan bahwa peruntukan Griya Wredha, panti milik Pemerintah Kota (Pemkot) untuk merawat warga lanjut usia (lansia) Surabaya, hanya untuk lansia miskin dan telantar.

Ini karena semakin banyak surat pernyataan yang ditujukan ke Dinsos, yang berasal dari anak agar orang tuanya dirawat di Panti Griya Wredha. Setidaknya pada tahun 2022, ada sekitar 40 warga yang mengajukan orang tuanya ke Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Griya Wredha milik Pemkot Surabaya. Mayoritas warga yang ingin menyerahkan orang tua mereka ke Griya Wredha karena faktor ekonomi.

“Panti diperuntukkan bagi lansia yang telantar yang tidak punya keluarga, harusnya itu yang kita jaga di situ. Kalau memang nanti dia (anaknya) nggak mampu, intervensi dari pemerintah berbeda, akan diberikan pemberdayaan ekonomi untuk anaknya,” kata Anna saat mengudara di Radio Suara Surabaya, Rabu (23/11/2022).

Selain itu, kondisi Panti Griya Wredha milik Pemkot yang baru hanya ada satu yaitu di Jalan Jambangan sudah over capacity. Dari yang seharusnya 160 lansia, saat ini dihuni oleh 185 orang.

“Memang kita lagi mengembangkan tempat lain yang bisa menampung lebih banyak, tapi nggak semua lansia bisa langsung masuk,” paparnya.

Selain proses verifikasi yang ketat, menurut Anna, sebaik-baiknya perawatan orang tua masih lebih baik apabila dirawat keluarganya sendiri.

“Karena nggak serta merta yang masuk kan dari Kelurahan, Kecamatan, RT RW yang lapor Dinsos tetap kami cek. Kalau betul-betul gak ada keluarganya ya kami ambil (rawat),” imbuhnya.

Anna menambahkan ada pengecualian tertentu yang kemudian membuat Dinsos membawa lansia tersebut ke Griya Wredha meski ada keluarganya. Ia mencontohkan, ada lansia wanita berusia 77 tahun yang tidak dirawat anaknya sama sekali melainkan tetangganya.

“Kami ambil meskipun ada anaknya, dan kami minta persetujuan anaknya,” ujar Anna.

Ia juga memastikan semua lansia yang dirawat di Panti Griya Wredha ditangani dengan baik, meski mereka yang tinggal di situ tidak dipungut biaya. Dinas Sosial menyediakan sejumlah kegiatan untuk lansia yang dirawat di sana seperti menjahit, bernyanyi hingga ketersediaan perawat dan obat-obatan rutin.

Sementara untuk menanggulangi masalah kurangnya kapasitas Griya Wredha yang baru hanya ada satu di Kota Pahlawan, Anna menjelaskan saat ini Pemkot sudah mewacanakan pembangunan panti baru.

“Sementara ini kami akan mengembangkan Griya Wredha di Kalijudan. Tahun 2023 pembangunan dan perbaikan sarananya di Kelurahan Sonokwijenan,” pungkasnya.(dfn/ipg)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Jumat, 12 Juli 2024
27o
Kurs