Rabu, 1 Februari 2023

Ecoton: Bangunan Liar Menambah Volume Sampah Domestik di Sungai

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Tim susur sungai Ecoton saat berada di dekat jembatan Sepanjang menuju ke Gunung Sari, Selasa (30/8/2022). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Ecological Observation and Wetland Conservations (Ecoton) menyebutkan bahwa adanya bangunan liar memicu peningkatan sampah di bantaran sungai.

Kholid Basyaiban Manager Divisi Advokasi dan Litigasi Ecoton mengungkap bahwa bangunan liar itu terdiri dari rumah semipermanen, rumah permanen, pabrik, kandang ayam hingga warung kopi.

“Saat kami sisir sungai kali Brantas dari Wringinanom sampai Gunungsari ada 1.042 bangunan liar dengan 316 titik timbunan sampah di bantaran. Bahkan tumpukan itu ada yang sampai masuk ke badan sungai,” kata Kholid saat dikonfirmasi, Selasa (30/8/2022).

Kholid melanjutkan, sampah yang dihasilkan dari bangunan liar itu didominasi oleh limbah domestik, terutama saset plastik. Bahkan saat melakukan kegiatan susur sungai timnya menemukan orang yang membuang sampah langsung ke sungai.

“Tadi ada yang buang sampah dalam satu kantong kresek besar,” imbuhnya.

Selain sampah plastik, Kholid juga banyak menemukan popok bayi yang menyangkut di jembatan dan bantaran sungai hingga pohon yang terlilit sampah plastik.

Salah satu titik penimbunan sampah di bantaran sungai yang hampir masuk ke badan air, Selasa (30/8/2022). Foto: Ecoton

Menurut Kholid, sampah plastik yang melilit pohon itu berasal dari debit air sungai yang naik saat hujan dan membawah sampah kiriman. Kemudian sampah-sampah itu menyangkut dan melilit pohon dan akarnya yang ada di bantaran sungai.

Dampak dari sampah plastik yang melilit pohon itu, kata Kholid, lebih cepat terfermentasi menjadi mikro plastik saat musim kemarau karena paparan sinar matahari.

“Ada 344 pohon yang terlilit sampah plastik di sepanjang Wringinanom sampai Gunungsari. Dampak mikro plastik sendiri mempengaruhi ekosistem sungai,” ungkapnya.

Dirinya berharap untuk ke depannya pemerintah terkait yang mengelola kualitas air Sungai Brantas bisa menyediakan fasilitas pembuangan sampah di setiap titik penimbunan.

“Fasilitas itu untuk mengantisipasi pembungan sampah di bantaran sungai. Harapannya juga ada kolaborasi dari pemerintah bersama kami untuk memberikan edukasi ke masyarakat bantaran karena mereka langsung yang berhubungan dengan kebersihan sungai,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Ecoton melakukan kegiatan susur sungai sebagai upaya pelestarian lingkungan dan menjaga kebersihan sungai Surabaya serta wujud kampanye memerdekakan sungai dari sampah dan berbagai jenis limbah industri dan rumah tangga.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari sejak Senin (29/8/2022) yang dimulai dari Wringinanom sampai Desa Bambe Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Hari kedua, dimulai dari Bambe sampai di Kelurahan Gunungsari Kota Surabaya. Hari ketiga dimulai dari Mlirip Mojokerto sampai Wringinanom Gresik.(wld/iss/ipg)

Berita Terkait