Sabtu, 29 Januari 2022

Gempa Susulan Pandeglang Banten Terjadi Lima Kali

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Konferensi pers gempa bumi 6,6 magnitudo di Banten. Foto: Youtube BMKG

Dwikorita Karnawati Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, pascagempa 6,6 magnitudo di Pandeglang, Banten, terjadi lima kali gempa susulan.

Kata Dwikorita, gempa susulan itu magnitudo terbesarnya adalah 5,7.

“Hingga saat ini atau tadi saat pukul 17.20 WIB tanggal yang sama 14 Januari 2022, hasil monitoring BMKG menunjukkan lima kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar 5,7,” kata Dwikorita saat konferensi pers secara daring, Jumat (14/1/2022).

Dwikorita menegaskan, BMKG memberikan rekomendasi kepada masyarakat di lokasi terdampak agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Selain itu, dia meminta masyarakat menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

“Mohon diperiksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan terhadap gempa atau pun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” jelasnya.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarluaskan melalui kanal komunikasi resmi yang terverifikasi,” ujarnya.

Sebelumya, BMKG menyampaikan informasi, terjadi gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,7 di selatan Banten dan tidak berpotensi tsunami pada Jumat 14 Januari 2022 pukul 16.05 WIB.

Dwikorita Karnawati menjelaskan, dari hasil analisis BMKG gempa tektonik itu menunjukkan parameter yang ter-update dengan kekuatan magnitudo 6,6.

“Jadi yang pertama terbaca 6,7 kemudian dengan lebih banyak data masuk ter update 6,6 magnitudo,” ujar Dwikorita.

Episentrum gempa bumi terletak pada koordinat 7,21 derajat Lintang Selatan dan 105,05 derajat Bujur Timur.

Tepatnya berlokasi di laut pada jarak 132 Km arah barat daya kota Pandeglang, kabupaten Pandeglang, provinsi Banten di kedalaman 40 Km.

Menurut Dwikorita, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposentrumnya, gempa bumi itu adalah jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng samudera indo-australia yang menghunjam ke bawah lempeng benua Eurasia, atau tepatnya ke bawah pulau Jawa yang terus-menerus hingga ke Nusa Tenggara.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau merupakan akibat dari patahan naik,” ujarnya.(faz/dfn/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk TNI Muat Tank Terguling di Tol Perak-Waru KM 9.700

Senja Penutup Tahun

Truk Derek Ringsek Setelah Tabrak Truk Gandeng Parkir

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Surabaya
Sabtu, 29 Januari 2022
27o
Kurs