Rabu, 1 Februari 2023

Gencar Berantas Narkoba, Rumah Petugas Lapas Malang Diteror Bom

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Rekaman CCTV menunjukkan dua orang berboncengan memakai motor tanpa nomor polisi dan menenteng tas selempang berwarna abu-abu berisi bahan peledak. Foto: Istimewa

Seiring upaya Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur (Jatim) melakukan pemberantasan narkoba di Lapas, ada sekelompok oknum yang melakukan teror ke salah satu rumah petugas lapas yang ada di daerah Pakis Kabupaten Malang.

Teror tersebut berupa aksi pelemparan bom di depan pintu rumah Abdul Azis salah satu petugas Lapas Kelas I Malang, yang terjadi pada Senin (25/10/2022) kemarin.

Zaeroji Kakanwil Kemenkumam Jatim mengatakan, berdasarkan rekaman CCTV setempat teror bom terjadi pada pukul 10.45 WIB. Terlihat ada dua orang berboncengan memakai motor tanpa nomor polisi, dan menenteng tas selempang berwarna abu-abu berisi bahan peledak.

“Saat itu anggota kami, Aziz sedang bersiap-siap untuk berangkat kerja, ada istri dan anaknya yang masih balita di dalam rumah,” terang Zaeroji, Sabtu (29/10/2022).

Sebelum kejadian, keduanya terlihat lalu lalang untuk memastikan kondisi rumah dan sekitarnya. Setelah dua kali berputar di daerah tersebut, sosok yang dibonceng tiba-tiba melemparkan tas berisi bom ke teras rumah Aziz yang seketika langsung meledak.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, bom rakitan berjenis bondet yang berisi kelereng dan kerikil membuat kerusakan teras rumah. “Tembok depan retak dan plafon serta kursi kayu rusak,” urai Zaeroji.

Kondisi rumah Aziz petugas Lapas Kelas I Malang yang rusak akibat lemparan bom. Foto: Humas Kemenkumham Jatim

Kakanwil Kemenkumam Jatim itu mengatakan, pihaknya mencurigai pemicu kejadian karena pihak Lapas Malang sedang menggencarkan pemberantasan narkoba ke dalam lapas. Sehingga membuat jaringan pengedar narkoba menjadi terusik dan tidak terima.

Dia menjelaskan beberapa waktu lalu, bahwa Aziz memang melakukan penggagalan upaya peredaran narkoba ke dalam Lapas Malang.

Zaeroji mengaku prihatin dengan kejadian yang menimpa jajarannya. Namun dia memberikan apresiasi kepada jajarannya yang tegak lurus melakukan pemberantasan peredaran gelap narkoba.

“Aziz mengaku sedikit trauma, tapi sudah komitmen untuk tetap bekerja sesuai dengan aturan dan SOP yang berlaku,” tegas Zaeroji.

Saat ini Kanwil Kemenkumham Jatim menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke Polres Malang. Setelah kejadian, pihak Polres Malang juga telah melakukan olah TKP.

“Kami serahkan sepenuhnya kepada kepolisian, kami berharap pelakunya segera tertangkap,” pungkasnya. (wld/bil/iss)

Berita Terkait