Minggu, 29 Januari 2023

Gubernur Jatim Instruksikan Jembatan Gantung Probolinggo Dibangun Kembali

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur saat meninjau jembatan putus di Kabupaten Probolinggo, Jumat (9/9/2022) petang. Foto: Antara

Musibah putusnya jembatan gantung di Desa Kregenan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Jumat (9/9/2022) pagi direspon cepat Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur.

Pada Jumat (9/9/2022), Khofifah menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran OPD terkait di antaranya Dinas PU Bina Marga, Dinas PU Sumber Daya Air dan BPBD Jatim untuk melakukan excercise mendalam utamanya penyiapan jembatan gantung pengganti. Mengingat, jembatan tersebut merupakan penghubung masyarakat dari Pajarakan ke Kraksaan.

“Saya sudah meminta jajaran OPD terkait, untuk segera mengexercise upaya-upaya penyiapan jembatan gantung pengganti. Insya Allah dimungkinkan dengan BTT Pemprov Jatim. Karena jembatan gantung ada di E-Catalogue maka InsyaAllah bisa dilakukan dalam waktu dekat,” tegas Khofifah, dikutip dari laman kominfo.jatimprov.go.id, Sabtu (10/9/2022).

Ia menambahkan, bahwa opsi penggunaan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT), bisa menjadi solusi cepat guna penanganan yang efektif bagi pemulihan koneksitas warga Pajarakan dan Kraksaan.

Selain itu, kepada H. Soeparwiyono, Sekretaris Daerah Kab. Probolinggo, Khofifah secara khusus menginstruksikan agar dilakukan assesment secara menyeluruh terhadap jembatan gantung yang ada.

Usai meninjau lokasi jembatan yang putus, Khofifah juga menjenguk langsung seluruh korban yang menjalani perawatan di RSUD Waluyo Jati. Probolinggo. Ia memberi semangat, khususnya bagi dua orang korban yang akan menjalani operasi.

Khofifah memastikan bahwa pemberian layanan kesehatan bagi seluruh korban harus benar-benar optimal. Karena mayoritas korban merupakan pelajar, pihaknya pun berpesan betapa pentingnya layanan trauma healing bagi seluruh korban.

“Pelayanan kesehatan dan trauma healing saya minta agar diperhatikan baik baik,” tegasnya.

Khofifah berharap para siswa dan masyarakat di sekitar bisa segera pulih dan tetap menjalankan proses belajar mengajar seperti sedia kala.

“Semoga segera pulih dan bisa kembali bersekolah. Amin,” doa Khofifah, Gubernur Jatim.

Sebagai informasi, tercatat ada 40 siswa dan 1 orang guru menjadi korban. Dari proses evakuasi, terdapat 16 orang mengalami luka-luka dan telah dirujuk ke RSUD Waluyo Jati, 11 orang di antaranya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit, dan 5 orang lainnya telah diperbolehkan pulang rawat jalan. Sedangkan, 26 korban lain mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan di Puskesmas Pajarakan.(des/dfn/ipg)

Berita Terkait