Rabu, 1 Februari 2023

Hima Wirdhan Unusa Gelar Pelatihan untuk MPASI Sehat

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Pelatihan membuat Makanan Pengganti ASI (MPASI) sebagai salah satu upaya mencegah terjadinya stunting, Senin (15/8/2022). Foto: Humas Unusa

Himpunan Mahasiswa (Hima) Wirdhan dari Prodi D3 Kebidanan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), memberikan pelatihan membuat Makanan Pengganti ASI (MPASI) sebagai salah satu upaya mencegah terjadinya stunting. Pelatihan tersebut dilaksanakan di wilayah Wonokromo, Surabaya, Senin (15/8/2022).

Pada pelatihan ini, Hima Wirdhan mengambil tema “Pengolahan MPASI Rumahan untuk Tumbuh Kembang Anak yang Optimal”. Pelatihan ini merupakan tidak lanjut dari lolosnya Hima Wirdhan dalam Program Pemberdayaan Masyarakat Desa (P2MD) yang digelar Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbud Ristek) Dikti.

Pelatihan tersebut dihadiri sebanyak 33 peserta, yang terdiri dari Dekan FKK, Kaprodi D3 Kebidanan, 24 kader dari setiap RW di Wonokromo, Perwakilan dari kelurahan dan Kepala Puskesmas, Kelurahan Siaga Wonokromo, Ketua PKK Wonokromo dan Bidan Kelurahan Wonokromo.

Khamida Dekan Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK) Unusa, dalam keterangan yang diterima suarasurabaya.net menjelaskan, banyak dari ibu mampu memilih makan-makanan yang sehat, tapi tidak tahu cara mengolah menjadi MPASI rumahan yang sehat. Sehingga, pada pelatihan kali ini Linda Mutiara ahli gizi dari Unusa Anugra langsung mengajari cara membuat MPASI rumahan sesuai dengan tekstur usia anak.

“Melaui pelatihan ini, ibu-ibu bisa memberikan MPASI yang sehat bagi anak mereka, karena bisa memilih sendiri bahan makanan yang baik untuk anak mereka,” terangnya.

Dalam materiya, Linda juga menjelaskan cara membuat MPASI rumahan dengan bahan yang tidak harus mahal, tapi justru menggunakkan bahan makanan yang sering dimakan dan ada di rumah. Selain itu juga beberapa alat yang disiapkan agar mempermudah dan membantu para ibu yang bekerja dalam membuat MPASI rumahan dengan cepat dan mudah untuk buah hatinya, yaitu dengan alat slow cooker dan food prosessor/cooper. Sehingga dengan alat ini bisa membantu para ibu dalam mempersiapakn MPASI bagi anak mereka, ungkap Linda.

Sementara itu di kesempatan yang sama, Esty Puji Rahayu Dosen Kebidanan Unusa menjelaskan kepada para kader mengenai Pedoman Pemberian Makan pada Anak. Salah satu anggota P2MD juga memperkenalkan kepada para kader tentang kegiatan Program Pemberdayaan Masyarakat Desa (P2MD), dengan program GARASI (Gerai Makanan Pendamping ASI) Sebagai Upaya Menurunkan Stunting di Kelurahan Wonokromo.

“Dengan Gerai MPASI ini bisa membantu anak-anak mengatasi masalah stunting yang terjadi dikawasan tersebut. Sehingga dengan MPASI yang sehat itu maka perkembangan makan anak bisa dipantau langsung oleh ahlinya,” terangnya. (bil/rst)

Berita Terkait