Rabu, 1 Februari 2023

Enam Mahasiswa Unusa Peroleh Juara dalam Dua Ajang Lomba Berbeda

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Tiga mahasiswa Unusa yang meraih prestasi dalam ajang lomba Debat Pendidikan se Jawa Bali yang di oleh IAIN Madura melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pengembangan Intelektual dan Riset. Foto: Humas Unusa

Enam mahasiswa dari Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) catatkan dua prestasi dari dua kegiatan lomba berbeda.

Tiga mahasiswa Unusa atas nama, Dwi Indah Fadhilatul Amanah, Alisyah Azzahra Putri, Anggita Lusiana Dewi, berhasil meraih juara tiga pada lomba Management Administration Great Innovation Competition (MAGIC) National Business Plan Competition di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Dalam keterangan yang diterima suarasurabaya.net, ketiganya meraih juara setelah membuat busnis plan Co-man kepanjangan dari cookies matan, terbuat dari tepung umbi porang.

Di Jepang umbi porang kerap digunakan sebagai bahan dasar pembuatan nasi shiratake dan mie siratake yang biasa digunakan cara untuk menjalankan diet, karena terkenal memiliki kadar kalori paling rendah dibandingkan nasi dan umbi-umbian lainnya. Selain itu umbi porang juga mengandung banyak zat gizi salah satunya sangat tinggi serat.

“Sehingga saat dijadikan cookies yang kami buat juga sangat cocok untuk mereka yang sedang menjalani program diet tapi tetap ingin nyemil,” ungkap Dwi Indah Fadhilatul Amanah salah satu anggota dari Prodi S1 Gizi Unusa.

Dwi Indah Fadhilatul Amanah (tengah) bersama dua rekannya yang berhasil meraih juara tiga pada lomba Management Administration Great Innovation Competition (MAGIC) National Business Plan Competition di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Foto:Humas Unusa

Dwi menambahkan jika timnya memilih untuk menggunakan tepung porang, karena ingin Indonesia memiliki banyak inovasi pengolahan dari umbi tersebut. Selama ini, Indonesia diketahui  hanya mengekspor bahan mentah dari umbi porang.

Kesulitan yang dialami mereka saat mengolah umbi porang, lanjut Dwi, yakni harus menunggu hingga satu sampai dua tahun karena umbi tersebut termasuk tanaman tahunan.

“Selain itu harga tepung porang juga cukup mahal dan harganya di pasaran tidak setabil, sehingga dalam mengolahnya menjadi tepung kami langsung berkerjasama dengan petani untuk membelinya,” ucap Dwi.

Untuk cookiesnya, Dwi menjelaskan satu wadah cookiesnya terdapat coco chip membentuk huruf braille hingga membentuk kata-kata motivasi. “Kami ingin memberikan kesan untuk penyandang tunanetra mendapatkan motivasi dari kata-kata penyemangat dari setiap membeli Co-Man,” ungkapnya.

“Ke depannya dengan salah satu ide yang kami cetuskan berupa cookies akan muncul inovasi inovasi baru cara pengolahan umbi porang, sehingga menambah nilai ekonomi dari umbi porang dan mampu membantu perekonomian para petani porang yang cukup banyak di Jawa Timur,” tandas Dwi.

Sementara tiga mahasiswa Unusa lainnya yang meraih prestasi, ialah Muhammad Fachruddin, Agung Firmansyah dan Azizatur Rofi’ah yang meraih juara dalam ajang lomba Debat Pendidikan se Jawa Bali yang di oleh IAIN Madura melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pengembangan Intelektual dan Riset.

“Kami puas dengan hasil ini. Kami senang bisa memberikan tropy dan prestasi untuk kampus, jadi prestasi ini berkat dukungan dari semua orang yang mensuport kami,” jelas Fachruddin.

Dia menjelaskan, persiapan menghadapi lomba tersebut terbilang singkat. Ia berharap dengan prestasi ini bisa menjadilan pengalaman dirinya dan sebagai pelecut semangat bagi mahasiswa lainnya. “Kami cuman bekal yakin sama teman-teman yang membuat kami berhasil meraih prestasi tersebut,” tandasnya. (bil/ipg)

Berita Terkait