Senin, 30 Januari 2023

Indonesia Dapat Bantuan 200 Dosis Obat Gangguan Ginjal Akut dari Jepang

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Ilustrasi ginjal. Foto: Pixabay

Siti Nadia Tarmizi Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengatakan, Jepang mendonasikan 200 vial obat Fomepizole untuk mengatasi gangguan ginjal akut di Indonesia.

“Obat itu (Fomepizole) tiba di Indonesia Sabtu (29/10/2022) dini hari, dan didistribusikan sesuai kebutuhan ke seluruh rumah sakit rujukan tingkat provinsi di Indonesia,” ujarnya seperti dikutip dari Antara, Minggu (30/10/2022).

Dokter Nadia melanjutkan, obat tersebut merupakan donasi dari PT Takeda Indonesia yang segera didistribusikan menuju 14 rumah rumah sakit rujukan di tingkat provinsi.

Sebanyak 14 rumah sakit rujukan nasional terletak di 13 provinsi, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Provinsi lain adalah Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua.

Rumah sakit tersebut di antaranya RSUP H Adam Malik (Medan), RSUP dr Djamil (Padang), RSUP dr Hoesin (Palembang), RSUP dr Cipto Mangunkusumo (Jakarta), RSUP dr Hasan Sadikin (Bandung), RSUP dr Sarjito (Yogyakarta), RSUP dr Kariadi (Semarang).

Selanjutnya, RSUD dr Soetomo (Surabaya), RSUP Sanglah Denpasar (Bali), RSUD dr Soedarso (Pontianak), RSUD Abdul Wahab Sjahranie (Samarinda), RSUP dr Wahidin Sudiro Husodo (Makassar), RSUP Prof R D Kandou (Manado) RSUD Dok II Jayapura (Jayapura).

Sementara itu, Budi Gunadi Sadikin Menteri Kesehatan RI mengatakan hibah obat tersebut berdasarkan itikad baik atas nama kemanusiaan untuk kepentingan kesehatan anak Indonesia.

“Obat antidotum itu akan diberikan secara gratis kepada seluruh pasien di Indonesia,” ujarnya.

Sebelumnya, Indonesia juga mendatangkan obat serupa pada 10 dan 18 Oktober 2022 sebanyak 10 vial dari Singapura. Dalam uji coba di RSCM Jakarta, 10 pasien yang menerima Fomepizole menunjukkan perbaikan kesehatan.

“Tiga orang anak sudah tidak membutuhkan ventilator dan satu orang sudah dipulangkan. Bisa disimpulkan bahwa obat itu memberikan dampak positif untuk pengobatan pasien gangguan ginjal akut,” katanya.(ant/dfn/rid)

Berita Terkait