Jumat, 12 Agustus 2022

Indonesia-Singapura Sepakati 5 Program Kerja Sama Pendidikan

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Nadiem Anwar Makarim Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek). Foto: Kemendikbudristek

Nadiem Anwar Makarim Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) bersama Chan Chun Sing Menteri Pendidikan Singapura secara sirkuler telah menandatangani naskah Pengaturan Kemitraan Sumber Daya.

Penandatanganan naskah ini menjadi satu di antara deliverables yang disampaikan pada pertemuan tingkat tinggi Leaders Retreat Indonesia-Singapura 2022 di Bintan, Kepulauan Riau, pada 25 Januari 2022 lalu.

Nadiem mengatakan pengaturan ini merefleksikan usaha bersama Indonesia dan Singapura dalam memperkuat kerja sama bilateral di bidang pendidikan dan persahabatan di antara kedua negara.

“Dengan kerja sama ini tentu tujuan pemerintah Indonesia dalam mewujudkan sumber daya manusia yang kompeten, yang siap menghadapi tantangan global tentu akan lebih cepat terealisasi,” ujar Nadiem di Jakarta, Kamis (27/1/2022).

Penandatanganan Pengaturan Kemitraan ini menandai bahwa kedua belah pihak telah sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan.

“Ini merupakan salah satu upaya dalam mewujudkan program Merdeka Belajar seperti Kampus Merdeka, pertukaran pelajar dan mahasiswa, peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah, dan akselerasi kualitas pendidikan vokasi,” jelas Nadiem.

Melalui penandatanganan naskah ini, Nadiem dan Chan Chun Sing menyepakati lima program kerja sama di bidang pendidikan. Pertama, pelatihan bagi para kepala sekolah, guru, dan pelatih untuk mendukung pengembangan kemampuan pada sistem sekolah di Indonesia. Kedua, pelatihan bagi tenaga pendidik untuk mendukung pengembangan kemampuan dalam pendidikan dan pelatihan teknik kejuruan atau Technical and Vocational Education and Training (TVET) serta sistem di universitas.

Ketiga, membangun jejaring antar universitas di Indonesia dan Singapura dalam rangka memperkuat kolaborasi pertukaran mahasiswa dan staf, serta pelaksanaan program pascasarjana dan penelitian. Keempat, membentuk perjanjian mobilitas pemuda untuk memfasilitasi mobilitas siswa lintas batas. Dan kelima, menciptakan peluang baru bagi pertukaran pelajar TVET untuk mempromosikan pembelajaran bersama dan apresiasi budaya.

Pengaturan kemitraan ini akan berlaku untuk lima tahun mendatang mulai tanggal 24 Januari 2022.(faz/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langir Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Jumat, 12 Agustus 2022
26o
Kurs