Senin, 30 Januari 2023

IPM Jatim Naik Seiring Meningkatnya Indikator Pendidikan dan Kesehatan

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Ilustrasi seorang lansia sejahtera sebagai gambaran berjalannya Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Foto: Diskominfo Kota Surabaya

Indeks Pembangunan Manusia Jawa Timur (IPM Jatim) mencatat kenaikan, seiring peningkatan indikator di bidang pendidikan, kesehatan, dan pengeluaran per kapita.

Berdasarkan catatan dari Badan Pusat Statistik (BPS), IPM Jatim Tahun 2022 sebesar 72,75 atau mengalami kenaikan 0,61 poin (0,85 persen) dari tahun sebelumnya.

Dalam data tersebut, BPS juga mencatat Umur Harapan hidup (UHH) yang meningkat jadi 71,74 tahun, lebih lama 0,36 tahun dibandingkan tahun sebelumnya yakni 71,38 tahun.

Selanjutnya untuk indikator pendidikan, Harapan Lama Sekolah (HLS) tahun 2022 tercatat sebesar 13,37 tahun, lebih tinggi 0,01 tahun dibanding sebelumnya yaitu 13,36 tahun.

Sementara untuk rata-rata lama sekolah tahun 2022 mencapai 8,03 tahun atau meningkat dibanding tahun lalu yang sebesar 7,88 tahun.

Sedangkan untuk indikator Pengeluaran per Kapita riil yang disesuaikan pada tahun 2022 mencapai Rp11.992.000 juta atau meningkat dibanding tahun kemarin sebesar Rp11.707.000.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim mengatakan, pemerintah terus berupaya mendorong kualitas pembangunan manusia di Provinsi Jatim secara menyeluruh.

Dia juga menyambut baik peningkatan IPM Jatim tahun ini. Menurutnya, hal ini menjadi gambaran bangkitnya berbagai sektor pascapandemi Covid-19 dalam dua tahun silam.

“Meskipun pandemi Covid-19 masih melanda, tapi meningkatnya IPM Jatim ini menjadi penguat Optimisme Jatim Bangkit,” jelas Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Jum’at (18/11/2022).

Melihat data capaian tahun ini, Pemprov Jatim berkomitmen meningkatkan IPM secara luas. Baik di sektor pendidikan, kesehatan, pendapatan perkapita, usia harapan hidup, hingga mengurangi angka kemiskinan.

Khofifah menjelaskan IPM menjadi indikator untuk mengukur keberhasilan membangun kualitas hidup manusia. Serta digunakan untuk mengukur peringkat atau level pembangunan suatu negara.

“Peningkatan IPM ini merupakan sinergi dan kolaborasi berbagai pihak, termasuk elemen strategis yang ada di Jatim khususnya para bupati/wali kota,” imbuhnya.

Selain angka IPM Jatim yang meningkat. Jumlah kabupaten/kota yang status pembangunan manusianya tergolong tinggi bertambah satu. Yakni menjadi 22 kabupaten/kota, dari yang sebelumnya 21.

Khofifah menuturkan ada tiga kabupaten/kota di Jatim dengan status pembangunan manusia tinggi, yaitu Kota Surabaya (82,74), Malang (82,71), dan Madiun (82,01).

Selanjutnya, tiga kabupaten/kota dengan progres pembangunan manusia paling cepat yakni Kabupaten Banyuwangi (1,34 persen), Nganjuk (1,333 persen), dan Lumajang (1,331 persen).

“Sedangkan ada tiga kabupaten/kota yang memerlukan perhatian dan dukungan dalam pembangunan manusia. Yaitu Lumajang (66,95), Bangkalan (65,05), dan Sampang (63,39),” ungkap Khofifah. (wld/bil)

Berita Terkait