Jumat, 7 Oktober 2022

Kapolri Tak Jadi Datang, Operasi Migor di Pasar Wonokromo Tetap Berjalan

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Jeriken penuh minyak goreng milik pedagang di Pasar Wonokromo, dalam operasi pasar, Jumat (25/3/2022). Foto: Manda Roosa suarasurabaya.net

Antrean pedagang dengan membawa jeriken dan galon bekas air kemasan terlihat memadati halaman depan Pasar Wonokromo, Surabaya pada Jumat (25/3/2022) siang.

Para pedagang sejatinya menantikan kedatangan Jenderal Listyo Sigit Prabowo Kepala Kepolisian RI (Kapolri) yang akan turun mengecek harga dan ketersediaan minyak goreng (migor) serta harga kebutuhan pokok lain di Pasar Wonokromo.

Namun, menjelang dilaksanakan operasi pasar yang rencananya dilaksanakan setelah salat Jumat, ternyata Kapolri tidak jadi hadir.

Meski demikian Ketut Suko Kepala Pasar Wonokromo mengatakan, operasi pasar ini tetap dilanjutkan meski tanpa kedatangan Kapolri.

Ketut mengatakan, operasi pasar ini ditujukan untuk pedagang makanan dan toko peracangan yang ada di Pasar Wonokromo. Para pedagang juga telah diberikan kupon sejak pagi.

“Hari ini rencanaya 60 ton minyak goreng siap digelontorkan untuk operasi pasar,” jelasnya.

Ketut menambahkan, masing-masing pedagang hanya dibatasi untuk bisa membeli sebanyak 160 liter atau sekitar 10 jeriken saja.

“Kupon sudah dibagi kepada 40 pedagang dan sudah penuh,” terangnya.

Hal ini ditujukan untuk menghindari penumpukan yang disebabkan antrean para pedagang sehingga memakan banyak tempat.

Beberapa pedagang menyambut antusias adanya sidak dan operasi pasar minyak goreng ini, satu di antaranya Endang penjual mie ayam di Pasar Wonokromo.

Endang mengatakan, sudah mendapat kupon nomor antrean dan telah menunggu sejak pukul 10.00 WIB. “Minyak goreng itu ya dibutuhkan apalagi sekali menumis daging ayam, bisa butuh 3 kilogram minyak,” kata dia.

Endang mengaku rela antre karena harga minyak goreng di operasi pasar ini jauh lebih murah. “Di pasar per liter bisa Rp25 ribu, di sini khusus pedagang bisa dapat harga Rp14 ribu,” ungkapnya.

Sementara itu, Nunik pedagang lainnya memborong minyak 200 kilogram, harus merogoh kocek nyaris Rp3 juta.

“Sekitar dua juta lebih, hampir tiga jutalah,” kata Nunik yang harus memanggil becak untuk mengangkat 10 jeriken minyak gorengnya.

Nunik Pedagang toko pracangan merogoh kocek nyaris Rp 3 juta-an untuk menebus 200 kg minyak curah di Pasar Wonokromo, Jumat (25/3/2022). Foto: Manda Roosa Suarasurabaya.net

Meski tidak dihadiri Kapolri, operasi pasar yang dilakukan hari ini tetap berjalan tertib. Terkait operasi dadakan selanjutnya Ketut masih belum bisa memberi kepastian kapan akan diadakan lagi.(man/bil/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Mobil Mogok dan Nutup Sebagian Jalur Layang Mayangkara

Truk Terguling di Raya Kedamean Gresik

Truk Mogok di Mastrip arah Kedurus

Mobil Terbalik di Merr Surabaya

Surabaya
Jumat, 7 Oktober 2022
31o
Kurs