Rabu, 1 Februari 2023

Kasus HIV/AIDS di Surabaya Masih Tinggi, Rata-Rata karena Seks Bebas

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Mahasiswa Ubhara membawa poster pada kegiatan kampanye pada tahun 2018, mengingatkan masyarakat bahaya HIV/AIDS sekaligus agar tidak menjauhi ODHA. Foto: Dok. suarasurabaya.net

Nanik Sukristina Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya menyebutkan ada 663 total kasus HIV/AIDS yang terdeteksi tahun ini.

Rata-rata, penyebab penderita HIV/AIDS tersebut, karena seks bebas. Heteroseksual (lawan jenis) sebesar 53,85 persen, sementara persentase homoseksual (sesama jenis) sebesar 44,04 persen. Sebagian kecil sisanya, karena berbagi jarum suntik.

“Perilaku berbagi jarum suntik tidak steril pada pengguna narkoba suntik (penasun) sebanyak 2,11 persen,” jelas Nanik, Jumat (2/12/2022).

Nanik juga menyebut, penderita paling banyak, berjumlah 448 kasus, berada pada rentang usia 25-49 tahun.

“Pria 80,09 persen (dari keseluruhan). Semuanya usia 25-49 tahun,” paparnya lagi.

Berdasarkan akumulasi data dari puskesmas dan rumah sakit, lanjut Nanik, ada lima kecamatan dengan kasus terbanyak.

“Beberapa wilayah, kami mengklasternya berdasar kecamatan. Yang tinggi di Kecamatan Wonokromo, Sawahan, Tegalsari, Tambaksari, dan Krembangan. Kasus terbanyak ada di wilayah itu,” jelasnya lagi.

Diketahui, capaian itu terbilang masih tinggi. Hanya selisih sedikit lebih rendah dibanding tahun lalu. Kasus HIV/AIDS yang tercatat selama 2021 sebanyak 671.

Tapi, Nanik optimis, capaian angka itu bisa ditekan lagi. Sejlah cara yang disiapkan, katanya, sudah dilakukan. Mulai dari mengedukasi remaja sampai pendidikan kesehatan reproduksi pada calon pengantin.

Edukasi juga diberikan ke pada kelompok beresiko seperti, Wanita Pekerja Seks (WPS), Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL), juga Wanita Pria (Waria). Juga kelompok rentan seperti ibu hamil, masyarakat, termasuk pelajar SMP dan SMA.

“Skrining dini pada kelompok berisiko dan kelompok rentan juga kami lakukan, serta pemberian pengobatan ARV untuk memutus mata rantai penularan HIV. Kami juga memberikan Pre Exposure Profilaksis (PrEP) untuk pencegahan,” kata Nanik.

Khusus remaja, Dinkes Kota Surabaya telah melakukan edukasi komprehensif ‘Aku Bangga Aku Tahu tentang HIV’ pada Pelajar di SMP SMA Kota Surabaya.

“Tak hanya itu kami juga memiliki program edukasi melalui Saka Bhakti Husada dan kelompok pendampingan remaja,”

Dia minta, semua pihak waspada, dan berpikir panjang jika akan melakukan seks bebas.

“Tolong berpikir kembali kalau mau melalukan hal-hal yang di luar wajar, apa risikonya seks bebas dan sebagainya,” pungkas Nanik. (lta/iss)

Berita Terkait