Rabu, 1 Februari 2023

Kemenko PMK: Perbaikan Sanitasi di Daerah Kumuh Tekan Kasus Stunting

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Aris Darmansyah Edisaputra Deputi Kemenko PMK RI Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama, melakukan kunjungan kerja di Ambon, Jumat (16/9/2022). Foto: Antara

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyebutkan program perbaikan sanitasi di daerah yang tergolong kumuh, dapat menekan kasus stunting atau masalah kekerdilan anak di berbagai daerah di Tanah Air.

“Masalah stunting bukan hanya di Kota Ambon, Maluku, saja tetapi menjadi persoalan secara nasional dan seluruh dunia,” kata Aris Darmansyah Edisaputra Deputi Menko PMK RI Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama, di Ambon, Maluku, Jumat (16/9/2022) dikutip Antara.

Menurut Deputi Kemenko PMK itu, masalah sanitasi dan kebersihan menjadi kunci utama dalam pertumbuhan anak. Oleh karena itu, adanya program bantuan stimulan perbaikan sanitasi dirasa perlu.

Dia mencontohkan, daerah seperti Provinsi Maluku yang mendapat kucuran dana program itu, diharapkan bisa merangsang daerah mengembangkan program perbaikan pemukiman dan sanitasi di setiap kawasan kumuh.

“Daerah kumuh sekarang menjadi perhatian Kemenko PMK serta Kementerian PUPR untuk bisa merangsang pertumbuhan program perbaikan sanitasi bersama mitra terkait,” katanya.

Untuk menekan angka stunting, kata Aris Darmansyah, salah satunya dengan memastikan sasarannya terdata dengan baik mulai dari anak remaja, ibu hamil, calon pengantin tetapi gebrakannya harus keroyokan antara kementerian dan lembaga.

Setelah sasarannya jelas, lanjut dia, maka kegiatan evaluasi menjadi penting untuk melihat apa saja masalahnya yang dihadapi setiap keluarga.

“Potensi sumber daya alam laut di Maluku ini besar sekali, ada minyak ikan, ikan teri dan kata gizi untuk Maluku tidak harus yang mahal sebab nyatanya banyak ikan,” ujarnya.

Untuk diketahui, ikan mengandung kalsium dan fosfor yang luar biasa sangat membantu perkembangan tulang-tulang bayi sehingga tidak stunting lagi. (ant/bil)

Berita Terkait