Kamis, 30 Juni 2022

Kompartemen Kebencanaan IKA ITS Jalankan Giat Mitigasi Semeru 2022

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi Semeru, Kompartemen Kebencanaan IKA ITS jalankan Giat Mitigasi Semeru 2022. Foto: Humas RSLI

Kompartemen Kebencanaan IKA ITS kembali merilis gerakan kepedulian terhadap bencana kemanusiaan Semeru, Lumajang. Melalui aktifitas  “Giat Mitigasi Semeru 2022” menerjunkan tim untuk melaksanakan assesment teknologi tepat guna dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi daerah terdampak Semeru pasca bencana.

Sejak Kamis,( 20/1/ 2022), KK IKA ITS menerjunkan 17 relawan mahasiswa berbagai jurusan di ITS, dengan didampingi Ginanjar Yoni Wardoyo dan Ahmad Yazid Basthomi dari Dewan Pakar serta Radian Jadid, Humas KK IKA ITS.

Ginanjar menjelaskan bahwa mereka menjalankan aktifitas pendataan dan verifikasi terkait kondisi peternak dan hewan ternak yang dimilikinya.

“Ini juga terkait dengan pakan ternak, dilakukan asesmen mengenai ketersediaan dan kelayakannya serta dilakukan mitigasi ternak berupa penyiapan teknologi pembuatan pakan ternak ekstrak sebagai pakan alternatif dengan berbagai keunggulannya,” jelasnya.

Selanjutnya juga dilaksanakan pemetaan terkait Early Warning Sistem (EWS) dikawasan sepanjang aliran lahar Semeru. Tim juga melakukan verifikasi terkait normalisasi sungai kawasan tersebut.

Achmad Yazid  menjelaskan apa saja yang sudah dilakukan. Temuan check point,  belum tercapainya proyek normalisasi sungai aliran lahar membuat material masih bertumpuk di atas dan masih berpotensi menimbulkan luapan liar ke daerah pemukiman, perkebunan dan jalan disekitar bentang aliran dibawah gladak perak hingga Kampung Renteng dan Bondeli.

Pasca banjir material diawal Januari sudah membuka jalur luapan material kearah hilir  yang sekian lamanya dianggap aman, yaitu daerah dam dan tanggul Sumber Rejo hingga Ringin Putih.

“Material yang sudah terkirim dikawasan hilir dikhawatirkan akan terus bertambah seiring curah hujan tinggi yang diprediksi masih terjadi hingga Februari. Untuk itu perlu upaya yang lebih cepat serta efektif dari Pemda Lumajang terkait rekomendasi tim pakar ITS yakni normalisasi sungai, EWS serta berbagai upaya mitigasi,” tegasnya.

Sementara itu, Radian Jadid Humas KK IKA-ITS menyatakan bahwa dengan dialihkannya masa tanggap darurat Bencana Erupsi Semeru menjadi masa transisi dan menuju fase rehabilitasi dan rekonstruksi, maka peran relawan khususnya yang bergerak di bidang teknologi dan community development  masih sangat dibutuhkan.

Untuk itulah Kompatermen Kebencanaan IKA ITS bergandengan dengan Direktorat Kemahasiswaan ITS menerjunkan timnya guna men-support upaya tersebut.(man)

Berita Terkait

Surabaya
Kamis, 30 Juni 2022
32o
Kurs