Jumat, 9 Desember 2022

Korut Kembali Luncurkan Rudal Balistik ke Arah Jepang

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Seorang pria menonton TV yang menyiarkan berita tentang Korea Utara yang menembakkan rudal balistik di atas Jepang, di sebuah stasiun kereta api di Seoul, Korea Selatan, Selasa (4/6/2022). Foto: Reuters

Korea Utara kembali meluncurkan dua rudal balistik jarak dekat ke pantai timurnya, pada Kamis (6/10/2022) ke arah Jepang, menyusul latihan gabungan Korea Selatan dan Amerika Serikat di kawasan itu.

Latihan militer tersebut, termasuk pengerahan kapal perang induk AS, yang digelar sebagai respons atas pengujian rudal Korut sebelumnya.

Peluncuran itu adalah yang keenam dalam 12 hari dan yang pertama sejak Korut menembakkan rudal balistik jarak menengah (IRBM) di atas Jepang pada Selasa.

“Ini adalah kali keenam dalam periode yang singkat sejak akhir September. Ini benar-benar tidak bisa ditoleransi,” kata Fumio Kishida Perdana Menteri Jepang dikutip Antara dari Reuters.

Menyikapi langkah tersebut, Yasukazu HamadaMenteri Pertahanan Jepang menyebut bahwa Tokyo telah mengajukan “protes keras” kepada Korut melalui perwakilannya di Beijing.

“Rudal pertama kemungkinan terbang pada ketinggian sekitar 100 km sejauh 350 km, sementara rudal kedua diperkirakan meluncur pada ketinggian 50 km dengan jarak 800 km dan lintasannya tidak teratur,” kata Hamada.

Banyak rudal balistik jarak dekat (SRBM) yang diluncurkan Korut baru-baru ini dirancang untuk terbang rendah dan bermanuver sehingga menyulitkan pendeteksian dan pencegatan.

“Korea Utara tanpa lelah dan secara sepihak telah meningkatkan provokasinya terutama sejak awal tahun ini,” kata Hamada.

Sementara itu, Kepala Staf Gabungan Korsel mengatakan bahwa peluncuran rudal pada Kamis hari ini dilakukan di dekat ibu kota Korut, Pyongyang.

Peluncuran itu dilakukan sekitar satu jam setelah Korut mengecam AS atas pembicaraannya dengan Dewan Keamanan PBB, tentang “aksi balasan Tentara Rakyat Korea (Utara) terhadap latihan gabungan Korsel-AS”.

Dalam pernyataan yang dirilis kementerian luar negerinya, Korut juga mengecam Washington atas pengerahan kapal induk AS ke perairan di Semenanjung Korea. Korut mengatakan kapal induk itu mengancam stabilitas kawasan.

Korsel dan AS diketahui tengah melakukan latihan penembakan rudal yang jarang dilakukan, di sebelah timur Korut.

Latihan itu digelar untuk menanggapi peluncuran IRBM Korut di atas wilayah Jepang pekan ini, yang dinilai sebagai respons paling keras dari dua negara bersekutu itu terhadap pengujian rudal Korut sejak 2017.

AS pada Rabu (5/10/2022), menuduh China dan Rusia membantu pemimpin Korut Kim Jong Un dengan mencegah upaya memperkuat sanksi Dewan Keamanan PBB terhadap Pyongyang atas program senjata nuklir dan rudal balistiknya. (ant/bil)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Jumat, 9 Desember 2022
30o
Kurs