Senin, 5 Desember 2022

Mengenal Miky Havis, Mahasiswa Undika yang Raih Penghargaan Film di UK & Italy

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Miky Havis, salah satu mahasiswa DIV Prodi Produksi Film dan Televisi (Profiti) Universitas Dinamika (Undika). Foto: Doc pribadi Miky

Berkarya hingga mendapat apresiasi hingga diakui di kancah internasional tentunya membuat setiap orang yang mendapatkannya berbangga. Hal inilah yang juga dirasakan oleh Miky Havis, salah satu mahasiswa DIV Prodi Produksi Film dan Televisi (Profiti) Universitas Dinamika (Undika). Miky baru saja mendapatkan laurels dari Lift Off Global Network UK dan Festival del Cinema di Cefalu pada bulan Mei 2022.

Dalam festival film bergengsi tersebut, Miky menampilkan dua karya filmnya yang ia produksi bersama teman-teman angkatan di DIV Profiti Undika dan juga tim dari Production Harfmedia Indonesia tempatnya bernaung.

“Jadi ada dua film yang saya submit di kedua festival tersebut, satu film berjudul Convert yang saya produksi bersama teman-teman Profiti, satunya lagi berjudul Dari Rumah Untuk Indonesia (DRUI) bersama PH saya yaitu Harfmedia Indonesia,” ujarnya dalam keterangan yang diterima suarasurabaya.net.

Miky yang juga merupakan founder dari Production Harfmedia Indonesia ini mengatakan, pada September 2021 silam ia dan tim juga berhasil lolos seleksi asosiasi kategori film dokumenter pendek terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) berkat film DRUI.

Miky menerangkan, film DRUI ini mengangkat cerita tentang perjalanan awal P4 Pusaka Indonesia yang mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berkolaborasi dalam sumbang suara dan alat musik hingga terbentuk sebuah orchestra virtual bernama Pusaka Virtual Performance.

“Pembuatan film dokumenter ini bertujuan untuk memberikan apresiasi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Pusaka Virtual Perfomance serta para pejuang garda terdepan Covid-19,” ungkap mahasiswa angkatan 2018 ini.

Miky Havis bersama rekannya saat sedang melakukan proses produksi sebuah film. Foto: Doc pribadi Miky Haris

Sedangkan film Convert yang bergenre film eksperimental menceritakan tentang seorang gadis yang masuk ke dalam dunia imajinatif dan terperangkap dalam konflik keluarga.

“Gadis ini mengalami skizofernia dan tersiksa akibat traumatik yang dialaminya hingga ingin keluar dari rasa keterpurukannya itu,” lanjut Miky.

Kecintaan Miky pada dunia perfilman ia akui sudah ada sejak duduk di bangku SMP. “Awalnya memang concern dibidang musik, tapi saat SMP saya coba membuat film-film pendek dan saya upload ke akun YouTube pribadi saya untuk bisa ditonton teman-teman sekolah saya,” terangnya.

Seiring berjalannya waktu sejak tahun 2018, Miky mulai mengerjakan beberapa project besar diantaranya sebagai Official Broadcast di Konser Dongeng Naura 2, produksi film pendek bagi Pemerintah Kota Kediri hingga pembuatan company profile department untuk PT. HM Sampoerna.

Miky yang juga sedang disibukkan sebagai Asisten Produser dalam pembuatan film layar lebar di Ibukota ini mengungkapkan, ingin terus berkecimpung di industri kreatif seperti saat ini.

“Achivement-achivement yang sudah saya raih tersebut menjadi pendorong saya untuk terus berkarya dan konsisten dalam bereksplorasi,” tuturnya.

Saat ini Miky pun berharap bisa segera berhasil mendapatkan investor yang mau membiayai produksi film yang ia buat sebagai karya Tugas Akhir.

“Saya mau mengangkat tema keberagaman dan inklusi sosial dalam produksi film Tugas Akhir saya. Semoga bisa mulai proses produksi di tahun ini atau maksimal tahun depan,” pungkasnya. (bil)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Senin, 5 Desember 2022
28o
Kurs