Sabtu, 21 Mei 2022

Nestapa Si Kancil, Pemain Timnas U-16 Asal Surabaya yang Jatuh lalu Lumpuh Total

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Rini Indriyani saat membawa Afi ke RS Soewandhi untuk mendapatkan perawatan. Rabu(19/1/2022). Foto: Istimewa

Ahmad Faruq Idhom Afi pemuda 17 tahun mantan pemain sepak bola Timnas U-16 telah tergolek lemah dengan tubuh “kurus kering” di atas kasur di ruang tamu rumahnya, di kawasan Simorejo, Sukomanunggal, Surabaya selama dua tahun setelah insiden terjatuh di kamar mandi.

Badriah nenek Afi yang mengisahkan bagaimana Afi tiba-tiba terjatuh di kamar mandi di rumahnya. “Usai dari kamar mandi, Afi terjatuh dengan posisi tengkurap, dan tidak lama kemudian mengalami kejang-kejang,” kata Badriah sembari menyeka air matanya, kepada suarasurabaya.net, Jumat (21/1/2022).

Afi sempat dirawat di RS Dr Ramelan Surabaya selama dua bulan dan didiagnosa ada penyumbatan di otaknya. Namun, ketika rumah sakit menyatakan, Afi perlu tindakan operasi, keluarganya menolak.

“Afi didiagnosa ada penyumbatan di otaknya. Saraf-sarafnya kata dokter sudah rusak dan harus dilakukan tindakan operasi,” tutur Badriah. “Waktu itu keluarga menolak, takut kalau nanti malah berakibat fatal. Jadi dibawa pulang dan dirawat sendiri oleh orangtuanya.”

Selama dua tahun itu Afi hanya berbaring di tempat tidur, makan dan minum melalui cairan infus, sehingga tubuhnya kurus kering. Keluarga Afi terus melakukan berbagai upaya untuk kesembuhan Afi. Salah satunya dengan menempuh pengobatan alternatif.

Badriah, Nenek Afi menunjukkan kondisi cucu kesayangan yang saat ini berada di RS. Soewandhi. Jumat (21/1/2022). Foto: Manda Roosa suarasurabaya.net

Keluarga membawa Afi untuk menjalani pengobatan alternatif selama hampir 20 kali, salah satunya ke tempat pengobatan alternatif yang menurut Badriah sangat terkenal di Pandaan, Pasuruan. Tapi pengobatan itu belum membuahkan hasil.

“Kami mencoba pengobatan alternatif untuk Afi. Sudah sampai mana-mana, segala upaya kami lakukan. Tapi kondisi Afi masih sama,” kisah Badriah sambil berurai air mata.

Insiden yang berujung kelumpuhan itu mempupuskan harapan Afi menjadi pemain Timnas. Padahal, sebelumnya, Afi serius menekuni sepak bola dengan bergabung bersama salah satu Sekolah Sepak Bola (SSB) di Surabaya.

Evan Dimas Pesepak bola nasional yang menjadi idola Afi, menurut Badriah, sempat memberikan julukan kepada Afi. Evan menjulukinya Si Kancil karena kelincahannya saat bermain bola.

“Karena anaknya kalau main bola memang lincah dan gesit, bahkan Evan Dimas memberi tanda jempol saat melihat Afi bermain bola,” kata Badriah yang berharap suatu hari nanti ada keajaiban untuk cucunya yang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional di Persebaya.

Kondisi Afi ini menarik perhatian Rini Indriyani istri Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua TP PKK Kota Surabaya. Dia sempat mengunjungi Afi di rumahnya Rabu (19/1/2022) kemarin.

Saat itu, Rini Indriyani juga membawa tempat tidur medis yang bisa digerakan naik turun bantuan dari Pemkot Surabaya untuk Afi. Supaya Anisa Ibunda Afi lebih mudah melakukan perawatan di rumah.

Tidak hanya itu, pada hari itu juga Rini membawa serta sejumlah tenaga medis beserta ambulans untuk menjemput Afi agar mendapatkan penanganan di RS dr Soewandhie Surabaya.

Anisa Ibunda Afi bersyukur atas bantuan itu. Keluarga Afi ini termasuk kalangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang berharap agar anaknya bisa sembuh.

Dia menceritakan, dampak pandemi 2020 lalu, ayah Afi harus bekerja serabutan. Pemkot Surabaya melalui Kecamatan Sukomanunggal, menurut kabar yang didapat suarasurabaya.net menawarkan pekerjaan kepada Ayah Afi. It membuat Anisa kembali merasa bersyukur.(man/den)

Berita Terkait

Surabaya
Sabtu, 21 Mei 2022
28o
Kurs