Kamis, 1 Desember 2022

Pemkot Surabaya Ingin Kebun Raya Mangrove Jadi Wisata Edukasi

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Perahu warga yang sedang menyusuri sungai di Mangrove Wonorejo, Surabaya, Rabu (28/9/2022). Foto: Diskominfo Surabaya.

Pemerintah Kota Surabaya berambisi menjadikan Kebun Raya Mangrove sebagai kawasan destinasi wisata yang ikonik. Rencana tersebut, bakal diimplementasikan ke sebuah konsep wisata edukasi dan penelitian.

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menyampaikan saat ini pemkot sedang menata kawasan wisata alam dan konservasi mangrove di wilayah Gunung Anyar dan Medokan Sawah. Dia mengatakan bakal ada pembaharuan konsep untuk Kebun Raya Mangrove itu.

“Untuk wilayah Mangrove Gunung Anyar akan kami fokuskan pada wahana perahu atau susur sungai dengan menampilkan sisi ekosistem,” kata Eri Cahyadi saat memberikan keterangan, Rabu (28/9/2022).

Eri melanjutkan, sepanjang susur sungai itu akan memperlihatkan kepada pengunjung ada sebanyak 57 jenis spesies tumbuhan mangrove dan 28 jenis burung.

Selain itu, Wali Kota Surabaya tersebut berencana membangun jembatan yang menghubungkan antara Mangrove Medokan Sawah dan Mangrove Gunung Anyar.

Menurutnya, Kota Surabaya mampu menunjukkan keindahan alam dengan menjadikan Mangrove Gunung Anyar dan Medokan Sawah sebagai destinasi wisata di Kota Pahlawan.

Pihaknya menargetkan di tahun depan, kawasan wisata alam tersebut harus selesa dan bisa dinikmati oleh pengunjung. Mulai dari spot foto, edukasi, hingga wisata bermain anak (outbond).

“Ada eksotika alam yang akan kita ekspose, karena di sana ada potensi wisata yang luar biasa,” ungkap Eri.

Sementara itu, Antiek Sugiharti Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) menjelaskan bahwa konsep tersebut tengah didiskusikan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Karena, hingga akhir Desember 2022 pihaknya akan fokus menyelesaikan beberapa syarat untuk dijadikan sebagai Kebun Raya Mangrove.

“Wali Kota ingin memastikan bahwa ini sudah sesuai dengan ketentuan. Maka ada beberapa masukan dan saran dari beliau, termasuk desain,” kata Antiek.

Pada pengembangan konsep baru untuk mangrove ini, terdapat catatan khusus terkait penerapan “Kebun Raya Mangrove”. Menurut Antiek harus ada relevansi konsep yang berkaitan dengan wawasan lingkungan.

Serta kesinambunga desain antara kondisi dam situasi di Mangrove Gunung Anyar dan Medokan Sawah. Antiek menuturkan, Kebun Raya ini juga menyasar target ke wisatawan asing.

“Paling tidak kita harus menyiapkan infrastrukturnya sesuai dengan standar internasional. Tentunya kami akan memperhatikan banyak aspek karena kawasan ini termasuk area konservasi. Dan syarat sebagai Kebun Raya Mangrove,” pungkasnya.(wld/iss/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Kamis, 1 Desember 2022
27o
Kurs