Jumat, 3 Februari 2023

Pentingnya Percepatan Vaksinasi Booster untuk Cegah Kenaikan Kasus Covid-19 Menjelang Akhir Tahun

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Dr. Pandu Riono, MPH., Ph.D., Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia saat memberikan tanggapan pada Seminar Publik dengan tema : “Dukung Vaksinasi Booster, Bangkit Indonesiaku Sehat Negeriku” yang diselenggarakan secara hybrid di Jakarta, Selasa (22/11/2022). Foto: Istimewa

Trend kasus Covid-19 di Indonesia tercatat beberapa kali terjadi pada momen libur panjang atau cuti bersama. Hal ini disebabkan tingginya mobilitas masyarakat selama libur panjang hingga kurangnya kesadaran dalam menjaga protokol kesehatan dan belum melakukan vaksinasi lengkap.

drg. Widyawati, MKM, Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengatakan, percepatan dan perluasan cakupan vaksinasi nasional memang terus dilakukan sebagai salah satu startegi kunci untuk melawan pandemi Covid-19 di Indonesia.

“Capaian vaksin primer memang perlu ditingkatkan untuk mencapai kekebalan kelompok secara nasional. Dua kelompok yang menjadi perhatian utama untuk mewujudkan kekebalan adalah lansia dan masyarakat yang belum melengkapi vaksinasi dasar,” jelasnya dalam Seminar Publik bertajuk “Dukung Vaksinasi Booster, Bangkit Indonesiaku Sehat Negeriku” yang diselenggarakan hybrid di Jakarta, Selasa (22/11/2022).

Menyoroti perkembangan situasi pandemi Covid-19, dalam kesempatan yang sama Leni Rosylin, SPi, MSi., Koordinator Riset Inovasi Agro, Farmasi dan Pariwisata,  Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang mewakili Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) mengatakan, meskipun penyebaran Covid-19 di Indonesia sempat menurun, masyarakat tetap perlu waspada dan menerapkan 3M serta vaksinasi.

“Dibanding dengan beberapa negara lain, peningkatan kasus di Indonesia belum tampak signifikan. Namun, kita tetap perlu waspada dan menerapkan 3M serta vaksinasi booster, karena saat ini tingkat fatalitas kasus Covid-19 tertinggi masih berada di Lansia dan orang yang belum divaksinasi dosis Lengkap,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima suarasurabaya.net, Kamis (24/11/2022).

Lebih lanjut mengenai kesiapan Indonesia kearah pandemi yang lebih terkendali, Leni mengatakan dalam mempersiapkan transisi menuju pandemi yang lebih terkendali, kita perlu terus melakukan pemantauan transmisi Covid-19 beserta subvariannya dengan terus melakukan 3T (Tracing, Testing, dan Treatment).

“Dalam hal ini KPCPEN juga terus mendukung Kemenkes dan organisasi lintas sektor dalam menggencarkan vaksinasi dosis lengkap dan booster hingga mencapai target dari WHO, mengupayakan agar penggunaan PeduliLindungi diintensifkan kembali di masyarakat, mempersiapkan fasilitas kesehatan dan logistik jika terjadi lonjakan kasus serta melakukan monitoring dan evaluasi PPKM secara berkala,” ujar Leni.

Menanggapi pernyataan KPCPEN tersebut, Dr. Pandu Riono, MPH., Ph.D., Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia  mengatakan, kampanye kesehatan perlu ditingkatkan dalam rangka menekan jumlah kasus Covid-19.

“Memang harus terus dilakukan (kampanye kesehatan) guna mencegah meningkatnya penyebaran Covid-19 dan agar masyarakat semakin paham dengan cara pencegahannya, terutama dalam menyambut kegiatan akhir tahun,” kata Pandu.(gat/rst)

Berita Terkait