Selasa, 5 Juli 2022

Pola Keseharian Anak Harus Dijaga untuk Mengantisipasi Hepatisis Akut

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Dok. Salah satu siswa yang menerima bantuan perlengkapan sekolah dari Pemkot Surabaya. Foto: Humas Pemkot Surabaya.

Puan Maharani Ketua DPR RI mengimbau masyarakat khususnya orang tua yang punya anak mengantisipasi penyebaran Hepatitis Akut Misterius.

Legislator PDI Perjuangan itu juga mengingatkan pemerintah memonitor dan menyiapkan strategi mengatasi penyakit yang mengancam anak-anak.

“Peran orang tua sangat penting dalam menghadapi Hepatitis Akut yang masih belum diketahui penyebabnya ini. Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah menjaga pola keseharian anak. Khususnya kepada para ibu yang mayoritas banyak menghabiskan waktu dengan anak, saya mengimbau agar menjaga dan memastikan kebersihan makanan anak serta terus memperhatikan protokol kesehatan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (11/5/2022).

Lebih lanjut, Puan meminta masyarakat menjaga kebersihan, termasuk rajin mencuci tangan dengan sabun. Kemudian, menghindari menggunakan alat makan bersama dengan orang lain, dan kontak fisik dengan orang yang sakit.

“Orang tua harus lebih awas dan banyak mencari informasi. Sehingga bisa mendeteksi secara dini kalau anak mengalami gejala Hepatitis,” imbuhnya.

Mantan Menko PMK itu pun meminta Pemerintah terus berkoordinasi dengan organisasi kesehatan dunia (WHO).

Kemudian, pemerintah perlu memberi penjelasan yang akurat kepada masyarakat terkait kasus dan penanganan penyakit yang masih misterius itu.

“Sehingga, tidak muncul kabar yang simpang siur. Penting juga menjaga informasi untuk menghindari berita-berita hoaks yang bisa memicu kepanikan masyarakat,” timpalnya.

Cucu Bung Karno Proklamator itu menambahkan, pemerintah harus segera menentukan protokol penanganan kasus Hepatitis Akut.

“Dengan penanganan yang tepat, kita berharap semua nyawa pasien Hepatitis Akut bisa selamatkan. Pemerintah pusat juga harus meningkatkan kerja sama dengan Pemerintah daerah dalam monitoring terkait potensi munculnya kasus-kasus baru di berbagai wilayah,” sambungnya.

Pada kesempatan itu, Puan meminta pemerintah menyiagakan dokter anak dan tenaga medis lainnya di setiap daerah, serta menyiapkan fasilitas kesehatan kalau terjadi skenario terburuk.

“Termasuk juga dengan terus memantau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM). Pemerintah pusat bersama-sama dengan pemda dan pihak sekolah harus menjaga peserta didik dari penyebaran penyakit Hepatitis Akut,” pungkasnya.

Sekadar informasi, WHO melaporkan sudah ada 348 kasus Hepatitis akut di berbagai negara. Sementara, Kementerian Kesehatan menyebut sudah ada 15 kasus dugaan penyakit Hepatitis Akut di Indonesia, dan lima di antaranya meninggal dunia.(rid)

Berita Terkait

Surabaya
Selasa, 5 Juli 2022
27o
Kurs