Senin, 15 Agustus 2022

Sampai Siang Ini, Belum Ada Massa Aksi Mahasiswa di Gedung DPR RI

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Depan kantor DPR RI di Senayan masih terlihat sepi, belum nampak masa aksi unjuk rasa mahasiswa, Senin (11/4/2022). Foto: Farid suarasurabaya.net

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), hari ini, Senin (11/4/2022), berencana menggelar aksi unjuk rasa di area Gedung DPR RI, kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

Aksi yang kabarnya melibatkan ratusan hingga ribuan mahasiswa dari berbagai universitas itu dijadwalkan mulai pukul 10.00 WIB.

Tapi, sampai siang hari ini, pukul 13.00 WIB, massa dari kelompok mahasiswa belum terlihat di Gedung Parlemen.

Meski demikian, aparat keamanan dari unsur Polri, TNI dan Pengamanan Dalam DPR RI tetap siaga di sekitar lokasi.

Arus lalu lintas kendaraan di Jalan Gatot Subroto dan Jalan Tol S Parman yang ada di depan pintu masuk sebelah utara Gedung DPR/MPR terpantau lancar, tidak ada kemacetan.

Sebelumya, BEM SI berencana melakukan unjuk rasa besar-besaran melibatkan seribu mahasiswa di area Istana Kepresidenan Jakarta.

Tuntutannya antara lain menolak penundaan pemilu 2024 atau masa jabatan tiga periode. Mendesak pemerintah menunda Pembangunan IKN, dan segera menstabilkan harga kebutuhan masyarakat.

Tapi, lokasi rencana aksi bergeser ke Gedung DPR RI sesudah Jokowi Presiden menyatakan pemerintah tidak punya rencana menunda pemilu, memperpanjang masa jabatan presiden, dan menjadikan presiden tiga periode.

Berdasarkan keterangan Luthfi Yufrizal Koordinator Media BEM SI, ada empat tuntutan para mahasiswa yang akan disampaikan dalam aksi hari ini.

Pertama, mendesak wakil rakyat mendengarkan dan menyampaikan aspirasi rakyat, bukan aspirasi partai.

Kedua, mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menjemput aspirasi rakyat sebagaimana aksi massa yang dilakukan mahasiswa berbagai daerah dari tanggal 28 Maret sampai 11 April 2022.

Ketiga, mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk tidak mengkhianati konstitusi negara dengan melakukan amandemen, bersikap tegas menolak penundaan Pemilu 2024 atau masa jabatan tiga periode.

Lalu yang keempat, mendesak serta menuntut wakil rakyat untuk menyampaikan kajian 18 tuntutan mahasiswa kepada presiden yang sampai sekarang belum terjawab.(rid/bil/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langir Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Senin, 15 Agustus 2022
26o
Kurs