Selasa, 16 Agustus 2022

Memilih Netral, Aliansi BEM Surabaya Gelar Demo 14 April

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ilustrasi. Iring-iringan kendaraan mahasiswa aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai kampus di Surabaya saat melintas di Jalan Raya Wonokromo pada 25 September 2019. Foto: Dok. suarasurabaya.net

Ahmad Yusuf Alkhakim Koordinator Umum Aliansi BEM Surabaya (ABS) mencetuskan gelaran aksi mahasiswa Surabaya pada 14 April 2022 di depan Gedung DPRD Jawa Timur dengan tuntutan yang berfokus pada masalah perekonomian.

Kata Yusuf gerakan aksi pada 14 April yang dimulai pukul 10.00 WIB itu adalah inisiatif dari berbagai kampus negeri dan swasta yang ada di Surabaya tanpa ada kaitan dengan aksi yang terjadi di Jakarta.

“Alasan kita memilih tanggal tersebut karena tidak ada keberpihakan dari salah satu aliansi nasional manapun, murni dari inisiatif kawan-kawan BEM di Surabaya,” tuturnya.

Kemudian dia menyampaikan bahwa gerakan pada 14 April juga sebagai upaya menetralisir aksi, mengingat dari berbagai kampus di Surabaya juga ada yang masuk dalam keanggotaan BEM SI maupun BEM Nusantara.

“Kawan-kawan sepakat untuk turun ke jalan pada tanggal 14, hal itu dilakukan sebagai langkah menetralisir gerakan dan mengedepankan gerakan dari mahasiswa Surabaya sendiri,” imbuhnya.

Kondisi perekonomian menjadi fokus ABS, mengingat imbas dari kebijakan kenaikan bahan pokok dan PPN menjadi 11 persen berdampak kepada masyarakat yang notabennya seperti UMKM maupun menengah ke bawah, kata Yusuf kepada suarasurabaya.net, Minggu (10/4/2022).

Adapun tuntutan aksi selain perekonomian dari ABS pada gelaran aksi 14 April di antaranya yang pertama terkait RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) agar segera masuk ke prolegnas dan kemudian disahkan oleh DPR RI.

Lalu yang kedua terkait IKN, mahasiswa ABS menyoroti pembangunan Ibu Kota baru tersebut justru kurang menyejahterakan perekonomian nasional dengan anggaran yang cukup besar di tengah upaya membangkitkan ekonomi.

“Yang ketiga, tentang kenaikan harga bahan pokok jangan sampai kenaikan harga-harga ini membuat masyarakat menjerit khusunya yang menengah ke bawa,” tuturnya.

Yusuf melanjutkan, kemudian keempat tentang konflik agraria yang masih terjadi di berbagai daerah di Indonesia seperti yang terbaru adalah Wadas.

Kemudian yang kelima tentang kenaikan PPN, mahasiswa ABS menyampaikan bahwa imbas dari kenaikan tersebut cukup berdampak khususnya bagi pelaku UMKM maupun masyarakat menengah ke bawa.

Dalam gelaran aksi 14 April itu tergabung total 30 kampus yang melakukan demonstrasi, namun Yusuf tidak menutup kemungkinan akan ada tambahan massa dari kampus-kampus yang belum bergabung.

Sedangkan massa aksi yang akan turun ke jalan kata Yusuf diperkirakan mencapai 1000 orang dari berbagai kampus negeri dan swasta di Surabaya.

“Terkait pemberitahuan dan perizinan demonstrasi ke pihak berwenang, hari Senin akan kami kirim surat ke Polrestabes Surabaya dan Polda Jawa Timur,” katanya.

Dia juga menyampaikan bahwa aksi demonstrasi di Surabaya terbuka bagi semua elemen di masyarakat untuk turut bergabung dalam menyuarakan aspirasinya.

“Kami membuka lebar bagi semua elemen masyarakat, nantinya juga tidak memungkiri bakal ada perwakilan dari organisasi masyarakat maupun organisasi lembaga sosial yang ikut bergabung,” ujar Yusuf.

Dia menghimbau untuk seluruh mahasiswa di Surabaya supaya tidak terkecoh dengan agenda setting terkait isu nasional yang sedang ramai diperbincangkan saat ini, yaitu terkait penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden.

“Bisa jadi agenda setting tersebut adalah upaya untuk menutupi isu yang seharusnya kita kawal, untuk itu fokus utama kami yaitu isu perekonomian dengan harapan agar kemudian ekonomi nasional ini bisa bangkit terlebih dahulu,” pungkasnya.(wld/iss/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Selasa, 16 Agustus 2022
25o
Kurs