Rabu, 6 Juli 2022

Segera Jalani Operasi Pembentukan Anus, Balita Haidar Dijenguk Mensos

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Tri Rismaharini Menteri Sosial menjenguk balita Haidar yang mengalami kelainan anus di rumahnya di Tanggulangin, Sidoarjo, Senin (14/2/2022). Foto: Humas Pemkab Sidoarjo

Muhammad Haidar Dhanu Abrisam (2 tahun) balita Sidoarjo yang mengalami kelainan Atresia Ani atau kelainan lubang anus sejak lahir sudah menjalani operasi di RSUD dr. Soetomo, Surabaya.

Putra pasangan Hafid Nurussoba (41 tahun) dan Nurul Hidayati (40 tahun) itu telah menjalani operasi pertama dari dua kali operasi. Operasi kedua diagendakan pada Mei atau Juni di RSUD dr Soetomo.

“Operasi pertama 28 Januari lalu. Ini diminta menunggu 4-5 bulan lagi untuk operasi lanjutan. Perkiraan Mei atau Juni,” kata Nurul, ibu Haidar, di rumahnya, di Desa Ketegan, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Senin (14/2/2022).

Nurul menyampaikan penjelasan dari RSUD dr Soetomo. Operasi kedua sekaligus terakhir itu nantinya untuk pembuatan anus bagi Haidar, putranya. Nurul berharap, setelah itu putranya bisa buang air besar secara normal.

Ia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang sudah memfasilitasi pengobatan Haidar sampai mendapatkan penanganan operasi di RSUD Dr Soetomo.

“Pemkab Sidoarjo selain memberikan bantuan berupa uang dan sembako juga ikut mengawal anak kami Haidar sampai operasi. Kami sampaikan terima kasih atas kepedulian Pemkab Sidoarjo,” katanya.

Bantuan yang diterima keluarga Nurul selain sembako dan kebutuhan seperti Pampers dan Susu, Pemkab Sidoarjo dan Kementerian Sosial juga ikut membantu uang tunai untuk perawatan Haidar.

Berkat viralnya berita mengenai kondisi Haidar, Tri Rismaharini Menteri Sosial turun langsung menjenguk Haidar didampingi Ahmad Muhdlor Ali Bupati Sidoarjo, Senin (14/2/2022).

Risma menyampaikan, di Kemensos ada program media scanning yang setiap hari memantau pemberitaan terkait kemanusiaan.

Dari sana dia mengetahui adanya balita di kabupaten Sidoarjo yang memiliki kelainan tidak punya Anus dan membutuhkan bantuan kemanusiaan.

“Kami setiap hari melakukan media scanning untuk memantau berita. Salah satunya kami menemukan masalah di anak Haidar dan turun membantu,” ujar Risma.

Selain bantuan dari Pemkab Sidoarjo dan Kemensos, bantuan juga datang dari para donatur yang digalang oleh Kitabisa.com sebesar Rp75.809.804.

Sementara itu, Gus Muhdlor menyampaikan, pihaknya akan memantau terus perkembangan anak Haidar hingga sembuh. Karena penyembuhannya membutuhkan proses sekitar empat bulan.

“Proses yang harus dilalui fase pertama kemarin sudah dilakukan operasi, tapi memang untuk Anus buatan ini butuh waktu dan dalam waktu 4-5 bulan kedepan akan dilakukan operasi lagi,” ujar Muhdlor.

Muhdlor menegaskan pemkab Sidoarjo akan membantu biaya operasional Orang Tua Haidar selama menjalani perawatan di rumah sakit.

“Setelah proses medis selesai, faktor-faktor lain yang harus diperhatikan, salah satunya biaya operasional. Misalnya biaya operasional saat menunggu di rumah sakit, ini yang butuh uluran kita semua,” katanya.(den/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Rabu, 6 Juli 2022
24o
Kurs