Rabu, 1 Februari 2023

Tren Kenaikan Kasus Mingguan Covid-19 di Indonesia Paling Tinggi Secara Global

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Wiku Adisasmito Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19. Foto: Covid19.go.id

Data kenaikan kasus positif mingguan secara global yang disampaikan Wiku Adisasmito Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 mencatatkan kenaikan yang signifikan.

Dalam 28 hari, tambahan kasus di Indonesia naik 620 persen. Diikuti Bangladesh dengan kenaikan kasus 55 persen dalam 22 hari, di Inggris kasusnya naik menjadi 380 persen dalam 23 hari. Selanjutnya Italia tambahan kasusnya sebanyak 241 persen dalam 25 hari, Jerman naik 209 persen dalam 22 hari, Amerika Serikat dalam delapan hari kasus konfirmasinya bertambah 14 persen.

Data mingguan yang dicatatkan Indonesia pun masih jauh lebih tinggi dibanding negara tetangga. Singapura kenaikan kasusnya 116 persen dalam 18 hari dan Malaysia bertambah 49 persen dalam 19 hari.

“Hal ini penting menjadi perhatian karena dengan meningkatnya kembali kasus pada beberapa negara tersebut, artinya kita perlu kembali waspada dan ini membuktikan bahwa Covid-19 masih ada,” Wiku dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan Covid-19, Jumat (1/7/2022).

Di Indonesia sendiri, selama 2 hari berturut-turut, kasus harian terus berada di atas angka 2.000 kasus.

Meski angka ini tidak lebih besar dari puncak kasus sebelumnya, namun periode libur anak sekolah cenderung meningkatkan mobilitas masyarakat ke tempat-tempat wisata. Ditambah, mendekati hari raya Iduladha tentunya juga akan meningkatkan aktivitas masyarakat.

Dalam mewaspadai kenaikan kasus saat ini, penting melihat kembali pengalaman pada periode yang sama di tahun lalu. Dengan puncak tertinggi terjadi pada Juli 2021 dan kasus melebihi 1 juta dalam 1 bulan. Dari perkembangan grafik kasus per bulan, pada Mei hingga Juni di tahun 2021, kenaikannya melebihi 200 ribu kasus, yaitu dari 153 ribu menjadi 356 ribu kasus selama 2 bulan. Angka ini mencapai puncak di bulan Juli 2021 hingga penambahannya melebihi 1 juta kasus selama Juli 2021.

“Perlu diingat bahwa di tahun lalu, kasus positif ini baru mengalami penurunan setelah 3 bulan. Kenaikan kasus ini terjadi pasca Idulfitri dan Iduladha, dan juga diperkuat dengan periode libur anak sekolah,” jelas Wiku.

Dibandingkan tahun ini, kabar baiknya angka pada periode bulan yang sama terbilang jauh lebih kecil dibandingkan tahun lalu. Jika di tahun lalu mencapai 350 ribu kasus dalam 1 bulan, per Juni di tahun ini hanya sebesar 31 ribu kasus bulanan. Bahkan angka di bulan Mei lalu lebih kecil lagi, yaitu hanya 8 ribu kasus bulanan.

“Angka yang rendah di tahun ini jika dibandingkan tahun lalu, menunjukkan kita semakin resilien dan terus memperbaiki situasi ke arah yang lebih baik. Namun, di sisi lain, kita harus waspada karena adanya kenaikan lebih dari 23 ribu kasus dalam 1 bulan menandakan bahwa tingkat penularan di tengah masyarakat semakin meluas,” lanjut Wiku.(dfn/ipg)

Berita Terkait