Senin, 23 Mei 2022

Warga Sidoarjo Antusias Ikuti Revitalisasi Fungsi Kali dalam Program Sido Resik

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Para juri memonitoring peserta kompetisi Sido Resik Dusun Cangkring Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo. Foto: Suara Surabaya Media

Warga Sidoarjo antusias mengikuti program Sido Resik yang diselenggarakan oleh Pemkab Sidoarjo di hari kedua monitoring oleh para juri pada Kamis (20/1/2022).

Sutrisno Ketua RW 06 Desa Sidorejo, Kecamatan Krian mengatakan, warganya antusias mengikuti program ini dan berharap sungai menjadi bersih dan dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar.

“Karena saat sungai direvitalisasi dan menjadi taman edukasi, itu akan menjadi keberkahan dan keuntungan bagi warga. Lalu muncul ketertarikan untuk jadi yang terbaik (dalam program ini),” ujarnya.

Sido Resik Dusun Ketapang Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Foto: Suara Surabaya Media

Sutrisno menyebut, saat ini warganya telah membuat Taman Edukasi Wisata Punden, yang dulunya lahan penuh sampah. Dalam program ini, mereka juga mendirikan wisata kebun toga dan buah-buahan dari lahan yang dulunya kumuh.

Tak hanya itu, Sutrisno menambahkan, warganya juga membuat empat kolam untuk budidaya ikan. Keuntungan budidaya ikan di satu kolam untuk 72 warga miskin. Sedangkan satu kolam nila lainnya, keuntungan diberikan pada 12 warga yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Satu kolam khusus 72 warga kami yang miskin, jadi hasil panen untuk 72 warga yang menikmati. Kalau kolam (ikan) nila untuk 12 warga korban PHK,” ujarnya.

Antuasisme warga yang tinggi juga dirasakan oleh para juri, salah satunya adalah Indah Yuliati dari DLHK Kabupaten Sidoarjo.

Dalam monitoring pada Rabu (19/1/2022), ada tujuh desa yang dipantau juri antara lain Desa Kedung Peluk, Desa Ketapang, Desa Cangkring, Desa Kedungwonokerto, gamping, Desa Candinegoro dan Desa Plaosan.

Indah mengaku, dalam beberapa minggu saja, perubahan fisik sungai sudah sangat terlihat lebih bersih dan bagus.

“Perubahannya luar biasa, nampak lebih estetik seperti di Desa Kedungwonokerto dan Desa Candinegoro. Lingkungan sungainya indah, perubahan fisiknya luar biasa nyata,” ujarnya.

Bahkan ia menyebut, antuasiasme warga terlihat sampai tidak mengenal waktu dalam membangun desanya dengan berbagai inovasi.

Semangat ini membuat Indah berharap, agar semangat ini terus dipupuk dan program Sido Resik dapat menjadi program keberlanjutan Pemkab Sidoarjo.

“Harapan juri, semoga program ini keberlanjutan dan fungsinya bersinergi dengan peran serta masyarakat, UMKM, seni budaya, eko wisata,” lanjutnya.

Baca juga: Sido Resik Tidak Akan Berhenti pada Seremoni

Sebelumnya Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (PU-BMSDA) Sidoarjo membuat terobosan dalam upaya revitalisasi fungsi sungai dengan meluncurkan Program Sidoarjo Revitalisasi Fungsi Kali (Sido Resik).

Ahmad Muhdor Ali Bupati Sidoarjo mengatakan, setidaknya ada dua sasaran program Sido Resik yang diluncurkan tersebut. Berkaitan partisipasi dan edukasi masyarakat.

Baca juga: Desa Nominator Program Sido Resik Terima Bantuan

Tentang sasaran pertama, yakni berkaitan pola pikir masyarakat Sidoarjo tentang masalah sampah dan sungai. Hal itu menunjukkan tidak adanya partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan di Sidoarjo.

Berkaitan dengan sasaran kedua, yakni edukasi masyarakat.

Bupati yang akrab disapa Gus Muhdlor mengakui, program ini tidak cukup hanya berjalan satu-dua tahun saja. Dia menyadari, program ini yang lebih menekankan pada proses edukasi pasti akan berlangsung lama.

“Ini baru pemanasan. Tahun ini baru dimulai, tahun depan sudah bisa jalan optimal,” ujar Gus Muhdlor.(tin/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Senin, 23 Mei 2022
31o
Kurs