Rabu, 1 Februari 2023

World Water Day 2022, Ubaya Ingatkan Stop Mencemari Sungai

Laporan oleh Iping Supingah
Bagikan
Aksi mahasiswa Ubaya di Hari Air Sedunia atau World Water day, ingatkan masyarakat stop mencemari sungai, Senin (21/3/2022). Foto: Humas Ubaya

Peringati Hari Air Sedunia, Mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) menggelar kampanye di Jembatan Sawunggaling, Senin (21/3/2022), dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menyelamatkan sungai dari pencemaran limbah.

“Masyarakat, khususnya warga Kota Surabaya perlu diingatkan untuk menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Geza Aiyetoro Setyanto mahasiswa jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Ubaya.

Geza yang juga satu dari lima mahasiswa yang terlibat aksi menjaga sungai Surabaya menjelaskan, bahwa kampanye ini didasari pada fakta bahwa 80% pencemaran sungai berasal dari limbah rumah tangga.

“Kalau di satu titik saja ada limbah menumpuk dan airnya terkontaminasi, itu akan berdampak terus ke lingkungan sekitar. Seperti ekosistem lokal rusak, hujan asam, dan air tidak layak digunakan. Makanya masyarakat perlu dihimbau agar kerusakan itu tidak semakin parah,” terangnya.

Pencemaran air karena limbah merupakan satu diantara isu yang dibahas di Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik. Oleh karena itu, mahasiswa KSM (Kelompok Studi Mahasiswa) Teknik Kimia berusaha mencari cara untuk untuk mengurangi adanya limbah, yang dapat memberikan dampak negatif ke lingkungan. Satu diantaranya adalah melakukan kampanye di dekat sungai.

Aksi kampanye juga dimeriahkan oleh Tiga Anggota UKM Dance Ubaya, yang menampilkan tarian kolaborasi Hip Hop dan tradisional Jawa. Bersamaan dengan itu, beberapa mahasiswa menggunakan kostum Aquaman serta mahasiswa lainnya membawa slogan kampanye sungai bebas limbah. Geza menjelaskan, konsep kampanye seperti ini dipilih agar pesan menjaga sungai dari limbah dapat diterima dan mudah diingat oleh masyarakat.

“Aquaman yang dikenal sebagai pahlawan yang memihak ke manusia dan juga laut membuat maskot ini cocok dengan pesan kampanye yang ingin disampaikan. Selain itu, adanya performance dance dari UKM Dance membuat kampanye semakin semangat. Pengendara yang sedang melintas jadi tertarik untuk melihat dan akhirnya bisa dapat pesannya,” tambah Geza.

Maskot Aquaman diperankan Andrew Christian Juangta, mahasiswa Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik angkatan 2020 yang juga pemenang Koko Jawa Timur 2021. Andrew mengaku kampanye ini menjadi bagian dari misinya dalam melakukan pembenahan lingkungan. “Ini jadi bentuk aksiku dalam menjaga kelestarian lingkungan di kota tercinta Surabaya. Makanya aku semangat dan antusias terlibat dalam kampanye ini, ” terangnya.

Slogan kampanye yang dibawa Andrew dibuat seakan-akan Aquaman memperingatkan masyarakat untuk menjaga tempat tinggalnya, yaitu perairan. Slogan tersebut berbunyi: Jangan bunuh rakyatku dengan limbah. Rakyat yang dimaksud adalah makhluk hidup yang hidup di bawah sungai yang perlu diperhatikan ekosistemnya.

Pesan menyelamatkan sungai dari limbah juga disampaikan dalam bentuk tarian, hal ini disampaikan Charta Diza Faradiba koordinator UKM Dance Ubaya untuk kampanye Hari Air Sedunia yang jatuh pada 22 Maret.

“Kami dari UKM Dance ingin ikut serta memeriahkan World Water Day dan memberikan pesan kepada orang-orang sekitar untuk menjaga air lewat dance,” paparnya.

Kampanye menjaga sungai yang dilakukan mahasiswa Ubaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak lagi mencemari sungai dengan sampah dan limbah. “Simpan sampah kalian terlebih dahulu sampai menemukan tempat sampah. Jangan lagi dibuang ke sungai. Kami harapkan ada pengawasan terhadap pembuangan sampah atau limbah ke sungai oleh Pemerintah Kota Surabaya,” tutup Geza.(tok/bil/ipg)

Berita Terkait