Rabu, 1 Februari 2023

YAICI: Meningkatkan Literasi dan Riset Penting untuk Atasi Masalah Gizi Keluarga

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ilustrasi Riset.

Salah satu penyebab sulitnya mengatasi masalah gizi keluarga adalah tingkat literasi gizi masyarakat yang masih rendah. Hal itu turut didukung oleh minimnya penelitan yang dapat dijadikan sebagai referensi peningkatan kesehatan masyarakat Indonesia.

Arif Hidayat Ketua Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) mengatakan kekurangan gizi dan gangguan-gangguan kesehatan yang terjadi pada masa 1.000 hari pertama kehidupan anak akan berdampak terhadap kemampuan dan produktivitas SDM (Sumber Daya Manusia) di masa mendatang.

“Untuk itu, peningkatan literasi dan kesadaran masyarakat akan gizi penting dilakukan sejak dini,” ujar Arif dalam keterangan pers yang diterima suarasurabaya.net, Senin (28/11/2022).

Salah satu yang perlu didorong, lanjutnya, adalah memastikan asupan protein yang cukup pada anak.

“Terutama protein hewani, karena sangat penting untuk meningkatkan ketahanan tubuh dan juga massa otak,” jelas Arif.

Dia melanjutkan, asupan gizi anak tidak cukup jika hanya berasal dari protein nabati.

“Karena itu masyarakat perlu memahami apabila gizi anak tidak cukup bila hanya dari protein nabati seperti tahu dan tempe, tapi diperlukan asupan protein hewani yang dapat diperoleh dari telur, ikan, daging dan susu,” katanya.

Arif menambahkan, susu merupakan sumber hewani yang mengandung energi, protein, asam amino dan mikronutrien hanya ditemukan dalam makanan hewani sumber yang dapat merangsang pertumbuhan.

“Konsumsi susu yang cukup dapat menambah nutrisi penting untuk pencapaian Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk anak Indonesia. Rendahnya konsumsi protein hewani dan susu pada balita menyebabkan tingginya prevalensi stunting dan gangguan gizi lainnya,” kata Arif.

Selain dengan meningkatkan literasi gizi masyarakat, peningkatan riset juga perlu dilakukan untuk dijadikan sebagai referensi peningkatan kesehatan masyarakat di Indonesia.

“Ilmu pengetahuan dan teknologi saling berpacu. Di masa mendatang dibutuhkan SDM dengan kualitas unggul, yang dapat mengikuti perubahan zaman. Karena itu, sudah waktunya kita mengambil peran dalam globalisasi, salah satunya melalui dunia pendidikan, memperkaya literatur dengan penelitian-penelitian yang akan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Arif Hidayat.

Dalam rangka mendorong perkembangan riset dan penelitian di Indonesia, yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) menggandeng 4 universitas terkemuka di Indonesia, diantaranya Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Negeri Semarang (Unnes), untuk melakukan penelitian bersama terkait status gizi dan konsumsi susu anak di Indonesia.(gat/ipg)

Berita Terkait