Minggu, 3 Maret 2024

25 WNI Korban TPPO di Myanmar Dipulangkan ke Tanah Air Pekan Depan

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipdium) Bareskrim Polri bersama kementerian/lembaga terkait menggelar konferensi pers terkait perkembangan penanganan kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Myanmar dan Filipina, di Mabes Polri, Jakarta Selasa (16/5/2023). Foto: Antara

Brigjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri mengungkapkan sebanyak 25 warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Myanmar bakal dipulangkan dari Bangkok, Thailand, ke Indonesia pekan depan.

“Kalau tidak salah tadi dari Kementerian Luar Negeri menyampaikan bahwa tanggal 23 Mei mereka akan dikembalikan ke Tanah Air,” kata Djuhadhani dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (16/5/2023).

Melansir Antara, Djuhandhani menyebutkan bahwa ada lima korban yang berhasil kabur dari Myanmar dan sempat ditampung di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Thailand. Jadi, jumlah WNI yang menjadi korban TPPO ke Myanmar bukan 20 orang, melainkan ada 25 orang.

“Kami sampaikan dari 20 WNI sebelumnya, sudah ada lima yang kabur dari Myanmar, jadi ada 25 orang,” ucapnya.

Dalam perkara ini, Dittipidum Bareskrim Polri telah menangkap dua pelaku yang memberangkatkan 25 WNI yang disekap di Myanmar. Kedua tersangka, yakni Anita Setia Dewi dan Andri Satria Nugraha.

Dari 25 orang korban TPPO itu, 16 orang direkrut oleh kedua tersangka tersebut. Sementara sembilan korban lainnya direkrut oleh pelaku lain yang masih dalam pengejaran atas nama inisial ER.

“Dari 25 yang kami nyatakan bahwa 16 direkrut oleh Anita, kemudian yang sembilan sudah kami data atas nama (pelaku) ER,” tutur Djuhandhani.

Sementara itu, Dewi Lestari Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Bangkok menyampaikan perkembangan terkini penanganan 25 WNI korban TPPO di Myanmar yang saat ini masih berada di Thailand.

Ia menjelaskan pihaknya saat ini mendampingi proses screening yang dilakukan oleh Pemerintah Thailand kepada 25 WNI tersebut.

“Proses screening ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Thailand untuk mengidentifikasi korban TPPO,” ujar Dewi.

Dewi juga menegaskan, Pemerintah Indonesia sudah mendapatkan komitmen dari Pemerintah Thailand untuk mempercepat proses identifikasi 25 WNI tersebut.

“Mudah-mudahan segera diselesaikan prosesnya, untuk 25 WNI yang sudah kami identifikasi. Kita sampaikan apresiasi juga kepada Pemerintah Thailand dalam penanganan kasus 25 WNI dan bisa direpatriasi ke Indonesia,” kata Dewi.(ant/ihz/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Surabaya
Minggu, 3 Maret 2024
28o
Kurs