Kamis, 25 Juli 2024

BPSPL Jatim Pastikan Bangkai Paus Terdampar di Perairan Surabaya Tak Cemari Lingkungan

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Ilustrasi. Foto: Pexel

Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar Wilayah Kerja Jawa Timur memastikan bangkai paus yang terdampar di tepi perairan Kejawan Putih Tambak tidak mencemari lingkungan.

Suwardi, Koordinator BPSPL Denpasar Wilayah Kerja Jatim menyebut, tidak ada pencemaran yang ditimbulkan karena penanganan sudah dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Dia tidak menyebabkan pencemaran terhadap lingkungan atau menganggu masyarakat dan lingkungan itu yang pertama, dengan cara apa, dalam SOP kami ada 4 cara, misal ditenggelamkan, dikuburkan atau dibakar. Nah yang cara terakhir kemarin, diambil, diikat, oleh laut yang jauh dari pemukiman,” terang Suwardi, Selasa (16/5/2023).

Menurut Suwardi, bangkai paus itu akan terurai sendirinya dengan sistem rantai makanan. Namun yang masih dikhawatirkan, adanya penyakit atau parasit penyebab matinya paus.

Jika benar ada, maka bisa menular ke manusia karena sama-sama merupakan mamalia.

“Kalau secara pencemaran, namanya ikan itu kan organik dia akan terurai pasti akan dimakan oleh rantai makanan, tapi yang dikhawatirkan apakah dia mati apakah ada penyakit atau parasit itu yang belum diketahui. Nah kalau ada itu yang kita khawatirkan menular. Jadi secara teologi itu bisa menular. Sampai didekati secara langsung bisa menular. Tapi kalau secara bahan organik ya tidak mencemari,” bebernya.

Setidaknya butuh waktu sebulan untuk memastikan parasit dalam tubuh bangkai paus terurai jika benar ada.

“Tinggal kerangkanya bisa dimanfaatkan untuk koleksi, edukasi. Itu akan diambil untuk dikubur itu tindak lanjut lainnya. Kerangka kan sudah ringan. Kemarin kan sulit sekali. Kemarin menggelembung masih gas, jadi takut meledak, sehingga kemarin harus hati-hati,” tambahnya.

Sementara terkait terdamparnya paus masih dalam penelitian tim ahli.

“Bisa terkena badai laut, bisa juga karena tersesat, atau tersesat karena mencari makan, atau sedang kawin. Bisa juga. Kemarin yang ditemukan di Bali, pejantan betina memang lagi birahi. Apakah ini juga sama kaitannya, kalau iya ini kan betina mungkin masih ada jantan di laut. Ini perlu diteliti lebih lanjut,” tambahnya lagi.

Diberitakan sebelumnya seekor bangkai paus berukuran 12 meter diduga jenis balin dari Australia, terdampar di perairan wilayah Kejawan Putih Tambak, Surabaya. Hari ini Selasa (16/5/2023) bangkai itu diautopsi untuk memastikan penyebab matinya. (lta/ihz/ipg)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Kamis, 25 Juli 2024
31o
Kurs