Minggu, 14 April 2024

Demo Mahasiswa di Depan Balai Kota Surabaya Anarkis, Massa dan Aparat Saling Pukul

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Momen mahasiswa merusak kawat berduri demi menemui Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya, Kamis (31/8/2023). Foto: Meilita suarasurabaya.net

Aksi demonstrasi puluhan mahasiswa Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Surabaya di depan Balai Kota berlangsung anarkis, Kamis (31/8/2023).

Pantauan suarasurabaya.net, sekitar pukul 13.00 WIB massa tiba di depan Balai Kota Surabaya Jalan Walikota Mustajab. Mereka langsung menyuarakan sejumlah tuntutan soal Surabaya darurat sampah.

Massa aksi minta aksinya ditemui Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya, namun sejumlah aparat kepolisian yang mengamankan di balik kawat berduri, menyampaikan Eri tidak ada di ruangan.

“Silakan sampaikan tuntutan kalian,” ujar salah seorang polisi.

Namun massa yang tak puas dengan jawaban polisi, memaksa masuk untuk memastikan Eri tidak ada di ruangan.

Aksi saling dorong dimulai, ketika massa menginjak kawat berduri untuk aksesnya masuk ke Balai Kota.

Beberapa mahasiswa yang nekat masuk dengan mendorong serta menyikut aparat, dibalas pukulan oleh polisi.

Setelahnya, sekitar lima sampai enam mahasiswa diamankan dan dibawa masuk petugas.

“Di dalam diamankan saja. Ada enam mahasiswa. Alasan polisi (mengamankan) karena massa tidak bisa dikendalikan,” kata Eri Mahmudi orator yang ikut diamankan.

Sementara Muhammad Husaini Ketua Umum PC PMII Kota Surabaya merinci tuntutan yang disuarakan untuk Eri, minta ada evaluasi terkait pengelolaan sampah dari hulu ke hilir yang lebih optimal.

“Kita minta Bapak Eri Cahyadi untuk mengevaluasi mencopot DLH (karena) tidak tanggung jawab dalam optimalisasi sampah di Surabaya. Lalu Dirut PD Pasar Surya belum sosialisasi terkait amanat Perwali Nomor 16 tahun 2022 tentang pembatasan sampah plastik,” jelasnya.

Menurut mereka harus ada roadmap pengelolaan sampah dari hulu ke hilir bukan hanya pengangkutan sampah dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Itu hilir saja,” tambahnya.

Mereka juga minta transparansi kontrak kerja sama antara pemerintah kota dengan swasta soal pembangkit listrik tenaga sampah.

Sesaat sebelum buyar, sejumlah mahasiswa yang sempat diamankan sudah keluar dengan beberapa orang luka di bagian wajah dan jari. Selain massa, ada seorang petugas yang juga terluka diduga jatuh dan terkena kawat berduri. Aksi demo berakhir sekitar pukul 14.00 WIB. Seluruh massa meninggalkan lokasi. (lta/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Mobil Porsche Seruduk Livina di Tol Porong

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Surabaya
Minggu, 14 April 2024
28o
Kurs