Selasa, 21 Mei 2024

Dua Pasien Leptospirosis di Probolinggo Meninggal Dunia

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Ilustrasi. Foto: Unsplash

Nurul Hasanah Hidayati Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kota Probolinggo mengatakan dua pasien yang terkena leptospirosis di Kota Probolinggo, Jawa Timur, meninggal dunia diduga terlambat membawa pasien ke fasilitas kesehatan.

“Sejak Januari hingga Maret 2023 tercatat ada tujuh kasus leptospirosis dan dua pasien di antaranya meninggal dunia,” katanya, Selasa (14/3/2023).

Melansir Antara, dua pasien yang meninggal dunia tersebut merupakan warga Kecamatan Wonoasih dan Kecamatan Kanigaran yang meninggal pada Maret 2023.

“Penyebaran penyakit leptospirosis itu disebabkan oleh Bakteri Leptospira yang dapat menyebar melalui kencing tikus dan penyebaran bakteri melalui urine tikus itu biasanya terdapat pada genangan air yang kotor,” tuturnya.

Ia menjelaskan, gejala awal pasien leptospirosis itu tidak terlalu spesifik seperti demam dan badan terasa sakit semua, sehingga terkadang penderita tidak tahu jika terpapar. Jika penanganannya terlambat, maka penyakit itu dapat menyerang ginjal hingga lever.

“Jika tidak ditangani secara tepat dan dideteksi sejak dini, maka akan terlambat untuk menangani pasien tersebut, sehingga dapat menyebabkan kematian,” katanya.

Ia mengimbau agar masyarakat berhati-hati khususnya warga di kawasan lingkungan yang terdapat banyak tikus dan genangan air.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan genangan air yang banyak tikusnya. Jika terpaksa di lokasi itu, maka gunakan sepatu boot agar tidak terkena kencing yang terpapar virus tersebut,” katanya.

Dinkes P2KB Kota Probolinggo mencatat, pada tahun 2022 terdapat sebanyak enam kasus leptospirosis dan satu pasien meninggal dunia.(ant/ihz/ipg)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya
Surabaya
Selasa, 21 Mei 2024
26o
Kurs