Jumat, 23 Februari 2024

Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Titip Harapan ke Midun yang Gowes Bawa Keranda ke Jakarta

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Cholifatul Noor ibu kandung salah satu korban Tragedi Kanjuruhan mendukung misi Midun ASN Pemkot Batu yang bersepeda bawa keranda ke Jakarta, Jumat (4/8/2023) malam. Foto: Meilita suarasurabaya.net

Keluarga korban Tragedi Kanjuruhan mendukung dan turut menitip harapan ke Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Batu yang bersepeda membawa keranda ke Jakarta.

Hal itu diungkapkan Cholifatul Noor (40 tahun) warga Bululawang, Kabupaten Malang. Dia adalah ibu kandung salah satu korban bernama Jovan (15 tahun).

Ifa, sapaan akrabnya, menghampiri Miftahudin Ramli (52 tahun) alias Midun ASN Dinas Pariwisata Kota Batu, saat tiba di Stadion Gelora Bung Tomo pada Jumat (4/8/2023) malam.

Cholifatul datang bersama Juariah (45 tahun) yang juga kehilangan putrinya Sifwadinar (17 tahun) dalam Tragedi Kanjuruhan, setahun lalu.

“Saya sangat berterima kasih pada Pak Midun dan keluarga. Saya mohon maaf jika hal ini merepotkan Pak Midun dan keluarga. Atau bisa menambahi pikiran karena Pak Midun ini didatangi siapa-siapa gitu dari Kamis (3/8/2023) malam,” katanya.

Tak hanya mendukung Midun, Ifa dan Juariah turut menyertakan harapannya di keranda yang dibawa Midun ke Jakarta dengan bersepeda.

“Itu hanya tulisan penagihan janji, bukan penyudutan ke orang atau instansi. Itu penagihan janji, silakan lihat saja,” terangnya.

Beberapa tulisan yang dibawa Midun itu tertera di atas potongan kardus dan digantungkan di keranda.

“Usut tuntas Tragedi Kanjuruhan. Jangan biarkan 135 nyawa yang tidak bersalh melayang dengan sia-sia,” bunyi salah satu tulisan di keranda yang dibaa Midun.

Harapan pengusutan tuntas Tragedi Kanjuruhan yang diminta para keluarga korban, meski persidangan di pengadilan negeri sudah usai beberapa bulan lalu.

“Tetapkan Tragedi Kanjuruhan sebagai pelanggaran HAM berat,” bunyi tulisan lainnya.

Juairah juga berharap tragedi dalam pertandingan sepak bola itu tidak lagi terulang di tempat yang sama atau lokasi lain. “Mudah-mudahan kejadian ini menjadi pemersatu semuanya. Saya mohon dukungan, usut tuntas ini,” harapnya. (lta/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok, Jembatan Branjangan Macet Total

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Bus Tabrak Tiang Listrik di Sukodadi Lamongan

Surabaya
Jumat, 23 Februari 2024
32o
Kurs