Minggu, 3 Maret 2024

Kemensos Fasilitasi 87 Pekerja Migran Pulang dari Malaysia

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Kementerian Sosial mengawal kepulangan pekerja migran Indonesia dari Malaysia di Bandara Soekarno Hatta, Kamis (23/2/2023). Foto: Antara

Kementerian Sosial (Kemensos) memfasilitasi pemulangan 87 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia sesuai arahan Tri Rismaharini Menteri Sosial.

Melalui Sentra Handayani dan Sentra Mulyajaya Kemensos, pekerja migran Indonesia diberikan asesmen untuk menentukan pelayanan lebih lanjut.

“Dari 87 PMI terdiri terdiri dari 61 orang kasus Nilai Spring dan 26 kelompok rentan dari Depot Tahanan Imigrasi (DTI) Lenggeng dari Negeri Sembilan, Malaysia. Lima PMI di antaranya kembali ke daerah masing-masing secara mandiri,” kata Kepala Sentra Handayani, Romal Uli Jaya Sinaga, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (25/2/2023), dilansir Antara.

Pekerja migran tersebut, kata Romal, telah tiba pada Kamis (23/2/2023) di Bandara Soekarno Hatta. Sebelumnya para PMI dengan kasus Nilai Spring sempat terjerat operasi penertiban oleh aparat Imigrasi Malaysia terkait pemanfaatan lahan untuk hunian kampung yang dinilai ilegal. Sejak Rabu (1/2/2023) lalu mereka ditahan selama 23 hari hingga akhirnya dipulangkan.

“Aparat setempat menemukan kejanggalan karena semua penghuni kampung tersebut merupakan WNI yang tidak memiliki dokumen yang sah,” katanya.

Selanjutnya PMI dibagi menjadi dua kelompok untuk direhabilitasi di Sentra Handayani dan Sentra Mulya Jaya. Sebanyak 32 orang yang terdiri dari 8 keluarga mendapatkan pelayanan rehabilitasi sosial di Sentra Handayani Jakarta.

Para PMI diberikan tempat tinggal dan kebutuhan dasar yang layak selama mendapatkan pelayanan di Sentra Handayani Jakarta, sebelum nantinya dipulangkan ke tempat tinggal masing-masing.

Salah satu PMI yang berinisial RS mengaku bahwa ini adalah kali pertamanya tertangkap dalam operasi penertiban setelah hampir 15 tahun menghuni lahan di daerah Nilai Spring.

“Saya dan suami bekerja seperti biasa di perkebunan dan menetap di sana, tetapi kami sering berpindah-pindah tempat tinggal karena (lahan) digusur beberapa kali. Baru sekarang saya ditangkap bersama anak saya,” kata ibu enam anak tersebut.

Hingga Jumat (24/2/2023), 32 orang PMI sudah dilakukan asesmen awal serta diberikan pemenuhan hidup layak oleh para pekerja sosial di Sentra Handayani. Selain itu, para perawat juga telah melakukan pemeriksaan kesehatan, terutama bagi anak-anak serta balita.

Banyak pihak yang hadir dalam penerimaan ini, di antaranya perwakilan dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), perwakilan Kementerian Luar Negeri, Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos, dan Meerada Saryati mewakili Kepala Sentra Handayani Plt. Kasubag Tata Usaha yang ikut memantau proses penerimaan PMI.(ant/ihz/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Surabaya
Minggu, 3 Maret 2024
26o
Kurs