Rabu, 28 Februari 2024

Khofifah Ajak Sinergi Semua Kepala Daerah Turunkan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim waktu menghadiri Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat di Madiun. Foto: Humas Pemprov Jatim.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mengajak seluruh Bupati dan Wali Kota se Jatim supaya bersinergi untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem dan angka stunting di masing-masing wilayah.

Pernyataan Gubernur Jatim itu disampaikan pada saat memperingati puncak Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XX & Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke 51 Tahun 2023 di Pendopo Ronggo Jumeno Caruban, Kab. Madiun.

Dalam sambutannya, Khofifah menyebut, kalau target penurunan kemiskinan ekstrem pada  tahun 2024 mencapai nol persen. Sementara itu, penurunan stunting ditarget 14 persen.

“Insya Allah, kita bisa mencapainya lebih cepat lagi jika gotong royong dan sinergi kita tingkatkan,” tutur Khofifah dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/7/2023).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jatim, prevalensi stunting di Jatim mengalami penurunan setiap tahunnya.  Pada tahun 2022,  tercatat menurun jadi 19,2 persen. Dari yang sebelumnya 23,5 persen pada 2021.

Sedangkan angka kemiskinan ekstrem di Jatim mencapai 1,8 persen dari total penduduk pada 2022.  Dalam bulan gotong royong ini, Khofifah berpesan, supaya menjadikan momentum untuk menurunkan kemiskinan ekstrem dan stunting secara signifikan dengan bergotong-royong.

Khofifah menjelaskan, persoalan stunting dan kemiskinan ekstrem ini merupakan masalah yang berkesinambungan.  Sebab, pemicu stunting selain kekurangan gizi adalah daya beli masyarakat untuk makanan bergizi masih kurang akibat faktor ekonomi.

Pernyataan Khofifah itu berdasarkan penelitian seorang pakar yang memiliki spesialisasi di bidang gizi. Dia menjelaskan, stunting bukan hanya disebabkan oleh kekurangan nutrisi semata tapi juga faktor lain di lingkungan keluarga.

“Jadi intervensi kita tidak bisa sekadar di pemberian gizi. Tapi juga bagaimana agar sosialisasi parenting di setiap calon keluarga yang akan melakukan pernikahan itu bisa dilakukan dengan lebih seksama,” ucapnya. (wld/fra/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok, Jembatan Branjangan Macet Total

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Bus Tabrak Tiang Listrik di Sukodadi Lamongan

Surabaya
Rabu, 28 Februari 2024
27o
Kurs