Rabu, 26 Juni 2024

Mahasiswa UMM Kembangkan Helm Cerdas untuk Tekan Angka Kecelakaan

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Helm cerdas buatan Bagas Dwi Bagaskara Mahasiswa Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Foto: Antara

Bagus Dwi Bagaskara Mahasiswa Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), membuat sebuah inovasi baru berupa helm cerdas dengan sejumlah fitur pengaman yang diharapkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas di Tanah Air.

Berangkat dari pengalaman pribadi, Bagus dibantu sembilan temannya membuat sebuah helm cerdas yang bisa meningkatkan keamanan berkendara, khususnya sepeda motor.

“Helm cerdas ini awalnya memiliki banyak fitur penunjang, karena alasan berat dan fleksibilitas, fitur yang disematkan dalam helm cerdas ini lebih disederhanakan. Setidaknya ada empat fitur utama dalam karya ini, yakni sistem lampu wireless (lampu hazard), sistem anti-maling, anti-embun, dan pengecasan dengan panel surya,” kata Bagus di Malang, Jawa Timur, Rabu (8/2/2023).

Jika dikembangkan dengan banyak fitur, lanjutnya, dikhawatirkan akan menambah berat helm tersebut, dan merusak citra dari penggunaan helm itu.

Fitur utama helm cerdas ini adalah sistem lampu wireless yang disematkan pada bagian samping helm sebagai lampu hazard. Lampu ini mendapatkan energi dari panel surya dan dapat digunakan dalam jangka waktu delapan jam.

Ia menambahkan panel surya bertenaga 5 volt sebagai sumber energi lampu wireless yang tersemat secara fleksibel agar tidak meninggalkan kesan berat, juga sebagai upaya memperhatikan tampilan dari helm itu sendiri.

Fitur menarik lainnya adalah anti-embun yang disematkan di visor bagian dalam dari kaca depan helm. Fitur ini membantu pengguna agar tidak terjadi pengembunan saat hujan turun.

“Fitur ini sebenarnya sudah banyak digunakan untuk mobil, namun belum banyak masyarakat yang tahu. Untuk itu, saya sematkan juga fitur ini untuk membantu pengendara motor saat hujan turun,” tambahnya.

Banyaknya fitur tidak membuat mereka abai akan berat helm yang sesuai dengan standar nasional. Helm buatan mereka ini masih terbilang ringan, yakni 1,5 kg atau 0,1 kg, lebih ringan ketimbang batas maksimalnya.

Dilansir dari Antara, Bagus mengatakan, berkaca dari angka kecelakaan lalu lintas yang semakin meningkat setiap tahunnya, bahkan data Kominfo menyebutkan setidaknya ada tiga orang yang meninggal setiap jam akibat kecelakaan saat berkendara.

Terlebih lagi, katanya, saat malam hari banyak insiden kecelakaan lalu lintas yang menimpa para pengguna motor yang disebabkan kurangnya penerangan dan tingkat kewaspadaan pengendara.

Oleh karena itu, Bagus berharap karya ini dapat memberi kontribusi dan mampu menekan angka kecelakaan sekaligus sebagai motivasi anak muda untuk terus mengembangkan karyanya.

“Saya juga bercita-cita produk kami ini dapat diproduksi massal dan digunakan oleh pengendara,” ucapnya.(ant/ihz/rst)

Berita Terkait

..
Surabaya
Rabu, 26 Juni 2024
27o
Kurs