Selasa, 18 Juni 2024

Pemkot Surabaya Antisipasi Fenomena Urbanisasi Usai Lebaran 

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya saat berbincang dalam program Semanggi Suroboyo di Radio Suara Surabaya, Jumat (31/3/2023). Foto: Gana suarasurabaya.net

Sebagai langkah antisipasi fenomena urbanisasi pascamomen Lebaran Idulfitri 1444 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal aktif memperbarui data warga baru.

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya mengaku sudah mengantisipasi fenomena urbanisasi yang biasa terjadi setelah momen Lebaran. Ia meminta warga pendatang yang hendak menetap di Surabaya tidak boleh menjadi pengangguran.

“Kalau mau datang ke Surabaya silakan, tapi ada kerjaannya apa, jadi mengurangi pengangguran yang ada di Surabaya. Karena Pemkot sudah melakukan padat karya,” kata Eri, Sabtu (15/4/2023).

Selain itu, pendatang yang menetap dalam jangka waktu lama ke Kota Pahlawan harus mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) sementara.

“Kedua, kalau datang ke Surabaya dan pindah penduduk Surabaya, harus ada tempat tinggal di mana. Kalau kos, berarti bukan lagi pindah KTP tapi menjadi penduduk musiman, KTP-nya beda. Bukan seperti KTP selamanya, tapi KTP sementara yang dikeluarkan Dispendukcapil,” tambahnya.

Kebijakan itu dilakukan, sambungnya, agar jumlah warga miskin di Surabaya yang saat ini tercatat sekitar 75 ribu tidak semakin bertambah.

Eri mengeklaim akan mengawasi fenomena ini mulai tingkat kecamatan hingga RT. Warga yang menginap lebih dari 24 jam di suatu wilayah, lanjutnya, harus didata.

“Kita lakukan RT/RW dari kelurahan, camat, pasti tambah dari laporan dari RT/RW kalau ada tamu yang datang 24 jam apapun dia menjadi pembantu rumah tangga, ataupun siapa, Surabaya juga butuh itu,” tandasnya. (lta/dfn/ipg)

Berita Terkait

..
Surabaya
Selasa, 18 Juni 2024
28o
Kurs