Sabtu, 20 April 2024

Penetapan UMK di Jatim Akan Diketok Maksimal Pukul 12 Malam Nanti

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Suasana aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan Surabaya pada malam hari setelah ditemui Adhy Karyono Sekdaprov Jatim, Kamis (30/11/2023). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Keputusan penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Provinsi Jawa Timur belum tahap final. Hingga demo buruh berlangsung di Kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan pukul 17.45 WIB tadi, pihak Pemerintah Provinsi Jatim masih mempertimbangkan besaran kenaikan UMK di setiap wilayah.

Rencananya penetapan UMK bakal diketok maksimal pukul 00.00 WIB malam, Jumat (1/12/2023), oleh Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim.

Ketidakpastian besaran kenaikan UMK itu yang menjadi alasan gelombang massa aksi dari gerakan aliansi serikat pekerja (Gesper) Jatim itu sebelumnya melumpuhkan lalu lintas Kota Surabaya sepanjang hari ini, Kamis (30/11/2023).

Massa aksi ini menuntut Gubernur Jawa Timur supaya menaikkan UMK sebesar 15 persen. Pantauan suarasurabaya.net, puncak aksi berlangsung di Kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan Surabaya sore tadi.

Kondisi jalan di depan Kantor Gubernuran sempat ditutup total. Sementara, para pengendara yang melintas diarahkan untuk putar balik.

Terlihat juga petugas kepolisian berjaga di depan gedung itu. Kedatangan ribuan massa buruh itu langsung disambut oleh Adhy Karyono Sekretaris Daerah Jawa Timur.

Kemudian, massa buruh mengundang Adhy untuk naik ke mobil komando. Dalam kesempatan itu, massa buruh menyampaikan aspirasinya secara langsung kepada Adhy.

“Tadi malam, Ibu Gubernur menerima seluruh pengurus perwakilan dari bapak ibu sekalian. Hari ini sampai sore saya ditugaskan untuk menerima para pengurus perwakilan yang sudah menyampaikan semua usulan, saran dan juga memberikan pertimbangan untuk bisa menaikkan keputusan Ibu Gubernur malam ini,” ujar Adhy di atas mobil komando.

Adhy menyampaikan, pihaknya akan mempertimbangkan tuntutan mereka terkait kenaikan UMK 2024.

“Dan berdasarkan hasil dari rapat dewan dan bagaimana juga pertimbangan untuk kemajuan pemasukan nilai usaha. Bagaimana kemudian mempertimbangkan bagaimana kehidupan buruh, beban pengeluaran buruh di wilayah tertentu. Tentu berdasarkan PP kami pertimbangkan,” ucapnya.

“Kita lihat keputusannya malam nanti, tentu kita akan memperimbangkan saran dan masukan termasuk dari para buruh tadi,” imbuh Adhy Karyono.

Usai memberikan penjelasan, Adhy langsung turun dari mobil komando dan kembali masuk ke dalam Gedung Gubernuran. Tidak berselang lama, sekitar pukul 18.20 WIB, massa buruh sepakat untuk membubarkan diri. (wld/bil/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Surabaya
Sabtu, 20 April 2024
32o
Kurs