Sabtu, 15 Juni 2024

Penyebab Keracunan Massal di Kenjeran karena Daging tak Bersih dan Kurang Matang

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Korban keracunan dirawat di ruang gawat darurat Puskesmas Tanah Kali Kedinding masih lemas, Sabtu (1/7/2023). Foto: Meilita suarasurabaya.net

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya memastikan penyebab keracunan warga Kenjeran Surabaya bersumber dari olahan daging kurban yang kurang bersih dan kurang matang.

Nanik Sukristina Kepala Dinkes Surabaya mengungkapkan, hasil pengecekan sampel makanan di laboratorium menunjukkan bahwa daging tidak dicuci dengan bersih, serta dimasak kurang matang.

Total ada empat sampel yang telah diperiksa, yaitu sate daging, gulai daging, krengsengan daging, dan air mineral. Tiga sampel makanan menunjukkan positif bakteri Salmonella sp.

“Daging yang digunakan untuk memasak sate, gulai, dan krengsengan mengandung bakteri Salmonella sp. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh daging yang diolah kurang dicuci hingga bersih dan dimasak kurang matang,” kata Nanik pada Kamis (6/7/2023).

Bakteri Salmonella, lanjut Nanik, merupakan pemicu diare dan infeksi di saluran usus manusia. Serta sering menyebabkan keracunan makanan.

Bakteri yang dapat hidup di saluran usus hewan ini ditularkan ke manusia melalui makanan yang terkontaminasi kotoran hewan. Mengonsumsi makanan yang kurang matang dan tidak dicuci juga meningkatkan risiko terkontaminasi.

“Masa inkubasi bakteri Salmonella sp adalah enam hingga 72 jam. Hal ini sejalan dengan hasil penyelidikan epidemiologi oleh tim Dinkes Kota Surabaya bahwa sebagian besar kasus mengalami gejala awal pada sembilan jam hingga 10 jam setelah menyantap hidangan yang disajikan,” jelasnya.

Gejala yang ditimbulkan pada kasus keracunan warga Kenjeran, imbuh Nanik, yakni diare sebanyak 20,80 persen, panas sebanyak 17,20 persen, pusing sebanyak 17,20 persen, mual sebanyak 16 persen, lemas sebanyak 15,20 persen, dan muntah sebanyak 13,20 persen.

“Gejala-gejala tersebut merupakan beberapa gejala yang mengindikasikan seseorang terinfeksi bakteri Salmonella sp,” imbuhnya.

Nanik sekaligus memastikan sudah tidak ada pasien yang mendapatkan perawatan di Puskesmas maupun di rumah sakit. (lta/saf/faz)

Berita Terkait

..
Surabaya
Sabtu, 15 Juni 2024
26o
Kurs